Angkasa Pura 2

Bersama 63 ABK, 29 Kapal Asing Perampok Ikan Ditahan Di Natuna

Kelautan & PerikananSenin, 7 Agustus 2017
images (2)

BATAM (BeritaTrans.com)- Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Batam Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet mengatakan terdapat 29 kapal asing yang saat ini berada di Natuna. Dari jumlah itu, enam kapal ditangkap pada 2016 lalu.

“Sisanya (23 kapal) ditangkap tahun ini,” kata Slamet saat meninjau pelabuhan milik PSDKP di Natuna, Batam, Minggu, 6 Agustus 2017.

Slamet menuturkan jumlah kapal asing yang tertangkap di perairan Natuna tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Sepanjang 2016, hanya terdapat 35 kapal yang tertangkap. Sementara itu, pada Januari-Juli, terdapat 23 kapal asing yang tertangkap.

Menurut Slamet, kapal asing terbesar yang ditangkap oleh KKP berukuran 230 gross tonnage (GT). “Model kapalnya Thailand tapi benderanya Vietnam,” ucapnya. Adapun jumlah anak buah kapal (ABK) kapal asing itu yang masih berada di Natuna sebanyak 63 orang.

Slamet menambahkan kapal asing yang dibawa ke pelabuhan PSDKP Natuna semuanya beroperasi di Laut Natuna Utara. “Mereka beroperasi di perbatasan Indonesia-Malaysia. Begitu ada kapal kami yang patroli di sana, mereka lari ke grey area,” ujarnya.

Slamet menyatakan PSDKP Batam tidak ingin terus-menerus kecolongan. Karena itu, walaupun kapal asing yang lewat berbendera Malaysia, petugas akan tetap mengejarnya. “Karena kami yakin ABK kapal itu adalah orang Vietnam,” katanya
.
Saat ini, menurut Slamet, memang terdapat modus dari kapal asing itu untuk menggunakan bendera yang tidak sesuai dengan asal mereka. “Kapalnya Vietnam, benderanya Malaysia. Kapalnya kapal Thailand, benderanya Vietnam dan ABK-nya semua orang Vietnam,” ujarnya.

Slamet mengatakan, ke-29 kapal asing yang berada di pelabuhan PSDKP Natuna tersebut masih dalam proses penyidikan dan persidangan. “Kalau sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap), kami tunggu instruksi dari pimpinan (untuk ditenggelamkan).” (dik/sumber tempo.co).