Angkasa Pura 2

Mogok Berkepanjangan JICT Membuat 400 TKBM Menjerit

DermagaSenin, 7 Agustus 2017
buruh-pelabuhan

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ternyata aksi mogok berkepanjangan di JICT juga memukul Tenaga Kerja Bonkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok.

“Waduh gimana keluarga kami mau makan kalau pekerjaan yang selama ini kami tekuni di JICT sudah lima hari ini tidak ada ,” tutur beberapa TKBM.

Jumlah TKBM yang dialokasikan di JICT hampir 400 orang (48 regu). Mereka sudah lima hari ini nganggur sejak digelar mogok kerja 3 Agustus lalu.

Ketua Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Nurtakim ditemui BeritaTrans.com Senin (7/8/2017) menyesalkan terjadinya konflik hubungan industrial antara pekerja dan Direksi JICT.

Dampak dari konflik tersebut telah dirasakan langsung ratusan pekerja TKBM di JICT yang kehilangan pendapatan karena tidak bekerja. Karena pendapatan TKBM diperoleh dari upah harian kegiatan bongkar muat. “Kalau gak ada kegiatan tidak dapat upah,” tutur Nurtakim.

Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) juga menyesalkan sikap manajemen JICT yang mengalih oerasikan 700 M Dermaga Utara dan alat bongkar muat JICT kepada TPK Koja tanpa melibatkan TKBM JICT untuk mengerjakan kegiatan bongkar muat.

STKBM mendesak pemerintah termasuk Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pembina TKBM untuk mengingatkan Direksi JICT agar melibatkan TKBM yang selama ini bekerja di JICT untuk bongkar muat di dermaga yang sekarang ini dioperasikan TPK Koja agar TKBM JICT tidak kehilangan pendapatan sebagai tenaga kerja harian di pelabuhan, ujar Nurtakim.
(wilam)