Angkasa Pura 2

Mogok Hari Ke-5, SP JICT: Direksi Ancam Seterilisasi

DermagaSenin, 7 Agustus 2017
IMG-20170807-WA0000-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mogok kerja karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Senin (7/8/2017) memasuki hari ke-5.

Sekjen SP JICT Firmansyah mengecam sikap Direksi JICT semakin represif dan arogan dengan mengancam lakukan sterilisasi area mogok di kantor JICT pada Senin pagi (7/8/2017) pukul 07.00 WIB.

Direksi terus bertahan membiarkan aksi mogok berlarut larut kendati dikeluhkan dan merugikan pengguna jasa dan merugikan perusahaan.

Firman menegaskan kerugian perusahaan (JICT ) akibat mogok berkepanjangan semakin besar yaitu 6 sampai 7 kali lipat lebih besar daripada hak ratusan pekerja yang pembayarannya diingkari direksi (wanprestasi).

Dia menegaskan kisruh JICT sebagai dampak perpanjangan kontrak ilegal JICT jilid II yang sudah disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) melalui hasil audit investigatif belum lama ini.

Firman mengatakan direksi JICT mempermainkan pengguna jasa kepelabuhanan dan mengancam perekonomian nasional dengan membiarkan mogok kerja berlarut-larut.

Selain itu, dengan dikeluarkannya Surat Peringatan secara sepihak, dia mengemukakan direksi sedang memberangus hak mogok pekerja yang dijamin UU Ketenagakerjaan.

Dalam pasal 144 butir (b) disebutkan terhadap mogok kerja yang dilakukan sesuai ketentuan sebagaimana disebut dalam pasal 140, pengusaha dilarang.memberikan sanksi atau tindakan balasan kepada pekerja, buruh, mau pun pengurus serikat pekerja / buruh selama dan sesudah melakukan mogok kerja.

Apalagi dengan adanya pengiriman formulir kesepakatan bagi pekerja yang ingin bekerja kembali dan rencana pengeluaran Surat Peringatan kedua dari Direksi serta sterilisasi area kantor JICT pada hari Senin (7/8) jelas tindakan Direksi mengarah pada pemberangusan serikat pekerja (Union Busting).
(wilam)