Angkasa Pura 2

SP JICT Merasa Masih Diintimidasi Dengan keluarnya Surat Peringatan II

DermagaRabu, 9 Agustus 2017
Sofyan-Nova

JAKARTA (BeritaTrans .com) – Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) merasa masih terus diintimidasi oleh Direksi kendati aksi mogok kerja sudah distop, Senin lalu.

Psalnya Direksi JICT Selasa (8/8/2017) malam kembali mengirimkan Surat Peringatan ke II kepada pekerja yang ikut mogok sebelumnya.

Surat Peringatan II bernomor KP 412/9/104/JICT-2017 tertanggal 7 Agustus yang ditandatangani Direktur HR Ida Daryaningsih tersebut dikirimkan sehari setelah mogok dihentikan sekitar pukul 20.00 WIB lewat email langsung ke rumah masing-masing pekerja.

Nova Sofyan Hakim mempertanyakan tindakan direksi masih memberikan Surat Peringatan II padahal mogok sudah usai. “Tindakan ini dapat mengancam kembali kondusivitas pelabuhan,” tuturnya Rabu (9/8/2017).

Nova juga mengatakan tindakan Direksi JICT masih mengeluarkan Surat Peringatan ke 2 jelas jelas melanggar pasal 144 butir (b )UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003.

Dalam pasal 144 butir b disebutkan terhadap mogok kerja yang dilakukan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 140, pengusaha dilarang memberikan sanksi atau tindakan balasan kepada pekerja, buruh, maupun pengurus serikat pekerja / buruh selama dan sesudah melakukan mogok kerja.

Nova mempertanyaka niat baik Direksi. “Setelah melakukan wanprestasi terhadap janji menyelesaikan hak pekerja dan membiarkan mogok JICT selama 5 hari yang telah merugikan perusahaan dan pengguna jasa, kini masih mengeluarkan surat peringatan II.”

Selain tidak berdasarkan aturan Undang-Undang, Surat Peringatan II tersebut juga menyalahi aturan PKB yang berlaku di perusahaan.

Kepala Sudinaker Jakarta Utara Dwi Untoro menyatakan saat pekerja menyatakan stop mogok, surat peringatan pertama yang diberikan kepada 541 pekerja oleh Direksi dinyatakan tidak lagi berlaku.

Bukan tidak mungkin gejolak yang diciptakan Direksi JICT kepada pekerja akan kembali mengancam iklim kondusivitas pelabuhan, katanya.
(wilam)