Angkasa Pura 2

Terkena Proyek KA Cepat Jakarta – Bandung, 408 Rumah TNI AU Direlokasi

EmplasemenRabu, 9 Agustus 2017
maxresdefault (1)

JAKARTA (beritatrans.com) – ‎Sedikitnya 408 unit perumahan TNI AU di Halim Perdanakusuma siap direlokasi karena terkena dampak rencana pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“‎Kami mulai dari relokasi perumahan Auri yang nanti menjadi stasiun dan depo di Halim KM 0, itu sedang berjalan dan kami pindahkan relokasinya di tempat yang baru,” ujar Direktur Utama PT Wijaya Karya Bintang Perbowo di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Bintang Perbowo mengatakan, perseroan akan mempercepat pembangunan untuk daerah-daerah yang sudah mendapatkan izin dan diperkirakan pada 2019 sudah mulai dilakukan komisioning.

Menurut Bintang, jumlah perumahan TNI AU di Halim yang terkena proyek kereta cepat sebanyak 250 unit dari total yang ada 408 unit dan nantinya akan dipindah ke lokasi dekat Universitas Borobudur, Jakarta Timur.

“Kami merelokasi untuk 408 unit, ada tiga mess, 1 untuk perwira terdiri 40 kamar, 1 lagi untuk wanita, ada stadion bola juga,” ujar Bintang seperti dilansir tribunnews.com hari ini, Rabu (9/8/2017).

‎Adapun biaya relokasi perumahan TNI AU tersebut diperkirakan mencapai Rp 500 miliar dan akan rampung pada November 2017.

Sementara itu, terkait porsi saham Indonesia dan Tiongkok untuk kereta cepat Jakarta-Bandung, kata Bintang, Indonesia masih menjadi mayoritas yaitu 60 persen dan sisanya dipegang oleh Tiongkok.

“Tidak usah khawatir, kalau orang mau bisnis disini, 40 tahun dengan masukin saham 40 persen, pasti punya keuntungan baik dan prospek baik‎. Jadi apa yang dikhawatirkan, mereka bantu disini dan tetap disini 40 tahun,” tutur Bintang. (aliy)