Angkasa Pura 2

Yuk Tingkatkan Budaya Antri Masuk KRL di Stasiun

EmplasemenRabu, 9 Agustus 2017
IMG-20170809-WA0021

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tingkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa kereta rel listrik (KRL), PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengajak pengguna jasa untuk lebih tertib dengan meningkatkan fasilitas petunjuk garis batas antri bagi penumpang di peron stasiun.

Menurut VP Komunikasi KCJ Eva Chairunisa, pemasangan batas antri berwarna hijau itu, menanggapi kondisi arus naik turun penumpang KRL yang kerap terjadi bersamaan, karena masih ditemukan pengguna jasa yang enggan memberikan jalur untuk penumpang yang akan turun.

“Sudah dimulai sejak dua minggu, menertibkan arus naik turun penumpang KRL melalui pemasangan garis batas antri penumpang di peron,” ungkap Eva di Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Pemasangan garis batas antri berwarna hijau ini kata dia, ditujukan agar pengguna jasa yang akan naik KRL berada di lajutlr tersebut, sehingga dapat memberikan kesempatan dan tidak menutupi jalur pengguna jasa yang akan turun saat KRL tiba di stasiun.

“Dengan berdiri sesuai dengan garis batas antri yang telah dibuat maka flow penumpang yang akan turun dari KRL dapat berjalan lancar di peron,” tuturnya.

Pemasangan garis batas antri juga diikuti dengan imbauan kepada pengguna jasa di peron untuk mendahulukan penumpang yang akan turun dan tidak memaksakan diri untuk tergesa-gesa masuk ke dalam KRL sebelum aktifitas pengguna jasa yang akan turun selesai.

Eva menambahkan, imbauan tata tertib naik turun KRL, sebelumnya juga telah dilakukan melalui pemasangan signage di bagian luar pintu rangkaian.

Namun melihat peningkatan volume penumpang yang cukup pesat dan kondisi penumpang yang kerap melakukan aktifitas naik turun bersamaan, maka untuk memaksimalkannya, garis batas antri di peron mulai diterapkan.

“Saat ini untuk uji coba awal pemasangan garis batas antri baru dilakukan di Stasiun Jakarta Kota dan Juanda. Dalam waktu satu bulan kedepan PT KCJ secara bertahap akan mulai melengkapi pemasangan garis batas antri di peron tersebut pada 75 stasiun KRL Jabodetabek,” papar Eva.

Diimbau, penumpang dapat berkerjasama untuk mengikuti tata tertib tersebut agar naik turun penumpang KRL di peron dapat lebih teratur dan penumpang dapat terhindar dari risiko berbahaya seperti terjatuh atau terdorong jika kegiatan naik turun KRL dilakukan bersamaan. (omy)

Foto: Istimewa