Angkasa Pura 2

BEM UI Berharap Tarif Listrik di Indonesia Tidak Naik Lagi

Energi SDMKamis, 10 Agustus 2017
BEM

JAKARTA (Beritatrans.com) – Ketua BEM UI M. Syaiful Mujab mendukung menghadirkan energi dan listrik murah untuk rakyat sehingga ekonomi Indonesia bisa maju dan keluar dari keterpurukannya. Energi adalah pondasi ekonomi nasioal, karenanya energi tetap tersedia, harga murah dan kualitas bagus.

Dengan harga energi primer baik migas atau batubara cenderung turun, seharunya harga pokok produksi (HPP) listrik di Indoensia juga ikut turun. “Tarif listrik yang harus dibayar konsumen di Tanah Air juga bisa lebih rendah lagi,” kata Mujab kepada pers di Jakarta, kemarin.

Mujab juga mendesak semua pihak, terutama manajemen PLN untuk terus meningkatkan efisiensi produksi listrik. Selain itu juga mencegah terjadi pemborosan bahkan korupsi dan kolusi yang merugikan konsumen listrik di Tanah Air.

“Kita berharap seminar dapat berjalan sukses sehingga menghadirkan energi dan listrik murah untuk rakyat. Kita mengharapkan tarif listrik tidak akan naik lagi, kalau bisa malah turun” tukas Mujab.

Sebelumnya, Ketua SP PLN Jumadis Abda menyebutkan, telah terjadi inefisiensi di PLN khususnya dalam produksi listrik di BUMN energi itu. “Banyak biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dan harus ditanggung PLN. Akumulasinya kerugian yang ditanggung PLN mencapai puluhan triliun rupiah,” kata Jumadis.

Selain itu, proyak Pembangkit Listrik 25.000 MW selama beberapa tahun terakhir banyak menggunakan pembangkit asal China. “Selain tidak andal, juga kerap rusak. Akibatnya, biaya perawatan di sejumlah PLTU di Indonesia jauh lebih tinggi,” tandas Jumadis.

Sebagaimana diketahui BEM UI dengan SP PLN, didukung oleh ILUNI FTUI dan ILUNI UI menggelar seminar mengenai energi di Jakarta. Seminar yang disponsori oleh PT PJB dan PT Indonesia Power, yang menghadirkan peserta para praktisi energi dan kelistrikan, akademisi, mahasiswa BEM Seluruh Indonesia, Organisasi Serikat Pekerja BUMN Energi dan BUMN lainnya.(helmi)