Angkasa Pura 2

Akhlak yang Baik di Angkutan Umum dan Jalan Raya?

Emplasemen Koridor SDMJumat, 11 Agustus 2017
penumpang-krl-khawatir-thb-bikin-antrean-panjang-keluar-stasiun

JAKARTA (Beritatrans.com) – Satu yang hilang dari bangsa kita dewasa ini yaitu “Akhlak yang Baik”.  Termasuk akhlak di jalan raya, angkutan umum dan lainnya.

Implikasinya banyak terjadi pelanggaran sosial bahkan bisa menjurus ke tindak pidana.

“Pura-pura tidur di Kereta Rel Listrik (KRL) saat di depannya berdiri ibu hamil dan orang tua. Terobos lampu merah dan langgar aturan lalu lintas dan sebagainya,” cetus Novan Hidayat akademisi PKTJ Tegal dalam renungan siang melalu facebook yang dikutip Beritatrans.com, Jumat (11/8/2017).

Akibat tidak tertib lalu lintas dan melanggar aturan di jalan raya bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Masalah ini sering diabaikan banyak termasuk  di Indonesia.

Pelanggaran Kecil

Data Polri menyebutkan, kecelakaan di jalan raya masih menjadi “mesin pembunuh” yang dahsyat. Lebih dari 30.000 orang meninggal sia-sia di jalan raya setiap tahunnya.

Banyak kasus kecelakaan di jalan diawali dengan pelanggaran-pelanggaran kecil, seperti melanggar lampu merah, berhenti melebihi garis batas sampai memacu kendaraan  melehihi batas ketentuan normal.

Bukan hanya itu, Novan menyarankan kita sering memperhatikan sekitar kita. Banyak yang malas berterima kasih saat mendapat pertolongan.

Menghujat orang yang salah meskipun sudah meminta maaf.  Berbicara kasar dengan orang yang lebih tua.

“Lupa dan pura-pura tidak kenal terhadap gurunya.  Yang tak kalah serunya adalah mudah menyalahkan orang yang tidak sama pemikirannya,” tandas Novan.(helmi).
Foto : Ilustrasi, doks Beritatrans