Angkasa Pura 2

KN Chundrik P.204 Temukan Alat Isap Sabu Saat Periksa Kapal Pengangkut BBM

DermagaJumat, 11 Agustus 2017
IMG-20170811-WA0010

JAKARTA (beritatrans.com) – Kapal patroli dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok Jakarta menemukan alat penghisap obat terlarang jenis sabu saat memeriksa dua buah kapal tradisional yang sedang mengangkut BBM jenis solar di perairan Bagendang Belambit, Sampit, Kalimantan Tengah.

“Tim kami juga menemukan senjata tajam dan puluhan drum BBM jenis Solar yang tidak dilengkapi surat-surat yang sah alias BBM ilegal,” kata Komandan KN Chundrik P.204 Noviyanto Adistya B, S.SiT., kepada beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

IMG-20170811-WA0007

Menurut Noviyanto, pada Rabu (2/8/2017), ia memerintahkan tim KN Chundrik P.204 melakukan patroli keselamatan pelayaran rutin di sekitar perairan Sampit dengan menggunakan kapal karet atau rubber boat.

“Tim dipimpin oleh Achmad Maulana sebagai Ketua Tim Periksa,” kata Noviyanto.

Ketika Tim Periksa tersebut menyusuri sungai di daerah Bagendang Belambit melihat dua kapal tradisional yang sedang sandar di pinggir sungai. Kedua kapal tradisional tersebut mencurigakan karena dipenuhi oleh drum-drum yang ternyata berisi solar.

IMG-20170811-WA0009

“Tim lebih curiga lagi karena ketika mendekat hendak memeriksa, terlihat dua orang melarikan diri dari dua kapal pengangkut BBM itu,” katanya.

Setelah diperiksa secara intensif, ditemukan beberapa kejanggalan yaitu pertama dua kapal tradisional itu dipenuhi oleh drum-drum berisi solar dengan tanpa surat keterangan apa pun. Kemudian ditemukan juga bong atau alat isap sabu dan senjata tajam.

Setelah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan KSOP Sampit dan arahan Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Muklis Tohepaly, ST., kedua kapal tersebut dibawa dan diserahkan ke kantor KSOP Sampit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (aliy)