Angkasa Pura 2

Rektor Unsoed Ini Santri & Anak Kiai Bawean

Figur SDMJumat, 11 Agustus 2017
IMG_1845a-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Siapa sangka santri dari Bawean, sebuah pulau kecil di antara Pulau Kalimantan dan Jawa, sekarang ini menjadi orang nomor satu di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Salah satu universitas negeri yang cukup diperhitungkan.

Rektor Unsoed, Dr Ir Ahmad Iqbal, bahkan mengaku tidak pernah terbesit untuk menjadi rektor sebelumnya.

Ahmad Iqbal kecil, dibesarkan oleh keluarga yang sangat kuat tradisi agamanya. Ayahnya seorang kyai dan menerapkan disiplin pada anak-anaknya sejak kecil.

Setiap pagi Iqbal kecil sekolah, kemudian sore harinya harus mengikuti pendidikan agama di madrasah. Pada malam hari selebas sholat Isya, ia juga harus mengaji dan setelah sholat Subuh harus belajar hadist.

“Itu rutinitas saya sejak kecil, harus mengaji dan banyak belajar ilmu agama, sehingga saya sudah terbiasa hidup displin karena harus mengatur waktu dengan baik,” tuturnya.

Suami dari Endang Sri Ningsih ini menempuh pendidikan di kampung halamannya hingga SMP. Setelah itu, Iqbal yang bersikeras untuk melanjutkan ke sekolah umum, harus menempuh pendidikan di Gresik.

Ia diterima pada SMA Negeri 1 Gresik, sekolah yang harus ditempuhnya dengan perjalanan dua hari dua malam. Sebab, waktu itu belum ada kapal besar, sehingga masih menggunakan perayu layar kecil untuk menyeberang pulau. “Terkadang kalau tiupan angin kencang dan sulit dikendalikan, saya terpaksa harus mendarat di Surabaya, bahkan pernah sampai Pulau Madura. Tetapi kalau angin sedang landai, saya bisa langsung mendarat di Gresik,” kenangnya.

Selepas SMA, Iqbal melanjutkan pendidikan ke Fakultas Pertanian Unsoed pada tahun 1980. Iqbal pertama kali menjadi dosen di Universitas Bengkulu, kemudian pindah ke Purworejo.Tahun 1992 dia hijrah ke Depok untuk menempuh pendidikan Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia. Lulus dari UI, dia kembali kuliah di Institut Pertanian Bogor tahun 2000. Setelah itu ia mengajar di Unsoed.

Tentang tugasnya sebagai rektor, Iqbal bertutur, hal tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalaninya dengan kerja keras dan amanah.

Iqbal menyatakan, satu hal yang ia kedepankan dalam memimpin Unsoed adalah berusaha membuat keluarga besar Unsoed untuk melihat ke depan. Ia optimis, dengan berfikir jauh ke depan, Unsoed akan lebih maju dan perlahan citra buruk Unsoed terkubur. “Saya tekankan agar selalu melihat ke depan, terus memperbaiki diri dan masing-masing lini menjalankan tugas dan fungsinya dengan mematuhi aturan yang ada,” katanya. (kor/sumber: jawapos.com).