Angkasa Pura 2

BBM Barang Berbahaya, Puskepi: Perlu Pengawasan  Rutin dan Ketat

Ekonomi & Bisnis EnergiSabtu, 12 Agustus 2017
sofyano-zakaria

JAKARTA (Beritatrans.com)  Bahan Bakar Minyak (BBM) tergolong barang berbahaya yang mudah terbakar atau dibakar. Bisnis BBM  tentu akan berdampak terhadap keamanan lingkungan karenanya outlet ini harus dilengkapi setidaknya dengan dokumen UKL UPL yang mengacu kepada UU Lingkungan Hidup.

“Masalah ini harus menjadi perhatian Pemerintah daerah setempat dan pihak Kementerian ESDM pula,” kata Direktur Puskepi Sofyano Zakaria menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Selain itu keakuratan  takaran dan kualitas , menurut Sofyano,  juga perlu pengawasan yang rutin dan ketat terhadap bisnis eceran BBM , mengingat omzet pada Kios BBM eceran tidak akan sebanyak pada SPBU.

Terhadap Rentannya hal tersebut, Puskepi, sangat tidak mendukung jika bisnis eceran BBM ditangani oleh BUMN PT Pertamina dan atau anak perusahaannya.

“Pertamina sebuah badan usaha besar yang sudah dikenal dunia internasional bisa turun pamornya jika ikut dalam bisnis “asongan,” kilah Sofyano.

Selain itu, citra Pertamina dan atau anak perusahaannya akan terancam tercemar bisnis eceran BBM ini bermasalah dengan kualitas dan ketepatan takaran.

BUMN sebesar Pertamina,  tandas Sofyano, sebaiknya cukup menjadi pemasok BBM-nya  ke BUPIUNU tanpa perlu terlibat dalam pengelolaan dan bisnis eceran BBM tersebut.(helmi)