Angkasa Pura 2

Ini Dia Keberhasilan Kemhub Membangun Konektivitas

BandaraSabtu, 12 Agustus 2017
IMG-20170812-WA0052

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – Dalam tiga tahun ini, Pemerintah telah melakukan sejumlah pembangunan konektivitas di wilayah Indonesia. Pembangunan tidak hanya terfokus di Pulau Jawa tetapi juga di luar Pulau Jawa, termasuk Indonesia Timur.

“Dalam waktu tiga tahun ini, Pemerintah telah melakukan sejumlah pembangunan tidak hanya di pulau Jawa melainkan juga di luar pulau Jawa, termasuk wilayah Indonesia Timur. Hal ini sesuai dengan program Nawa Cita Presiden Jokowi-JK yakni membangun Indonesia dari pinggiran,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam dialog di Bangsal Sewokoprojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (12/8/2017).

Menhub mencontohkan keberhasilan pembangunan yang dilakukan Pemerintah di wilayah pegunungan Papua.

“Kita lihat masyarakat di pegunungan Papua itu hidupnya sangat bergantung pada koneksitas transportasi udara. Oleh karenanya Kemhub membangun sejumlah bandara agar mereka bisa merasakan kemerdekaan sama seperti masyarakat lain di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan,” jelas Menhub.

Selain pembangunan bandara, Pemerintah juga melakukan kebijakan BBM satu harga di wilayah Papua yakni Rp6.500 per liter.

Selain di Papua, Menhub juga menguraikan pembangunan yang dilakukan Pemerintah di wilayah Miangas, Sulawesi Utara.

“Ada lagi wilayah Miangas. Posisinya di utara Sulawesi Utara. Kira-kira jarak dari Manado sekitar 400 km dan Filipina 70 km. Kalau Pemerintah tidak urus mereka, nanti bisa-bisa mereka jadi orang Filipina. Makanya Pemerintah bangun bandara di sana,” ungkap Menhub.

Seorang Guru di Miangas Hibor Arundaa menyampaikan dengan antusias, perubahan yang terjadi setelah ada bandara.

“Bandara di Miangas mulai beroperasi 13 Maret 2017. Jadi lima bulan inilah kami sudah bisa menggunakan bandara. Dulu transportasi keluar masuk Miangas pakai kapal laut yang jadwalnya tidak pasti terantung cuaca Pak. Namun sejak ada bandara jadwalnya pasti, seminggu sekali,” tutur Hibor.

Mendengar pernyataan tersebut, Menhub menilai ini sebagai salah satu bentuk keberhasilan pembangunan di wilayah pinggiran.

“Saya senang mendengar teman-teman dari Miangas memiliki produktivitas yang meningkat dengan adanya bandara. Saya pikir inilah bentuk keberhasilan pembangunan yang dilakukan Pemerintah di wilayah-wilayah pinggiran,” imbuh Menhub.

Pemerintah kata dia, juga terus berupaya membangun infrastruktur transportasi, salah satunya dengan rencana pembangunan bandara di Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta.

Menhub menyatakan, pembangunan bandara akan dimulai pada tahun 2018 dan ditargetkan selesai paling lambat tahun 2019.

“Bandara Gading kan dimiliki oleh TNI Angkatan Udara. Kalau KSAU setuju, pembangunannya akan dimulai pada tahun 2018 dan paling lambat 2019 sudah bisa selesai,” kata Menhub. (omy)