Angkasa Pura 2

Bandara Miangas Tingkatkan Mobilitas dan Perekonomian Masyarakat Setempat

Bandara KokpitMinggu, 13 Agustus 2017
IMG-20170812-WA0058

GUNUNG KIDUL (BeritaTrans.com) -Kehadiran bandara di Pulau Miangas di Sulawesi Utara dinilai berhasil meningkatkan perekonomian dan mobilitas masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan salah sati pensiunan guru yang juga tokoh masyarakat Miangas, Hibor Arunda’a saat mengikuti Dialog Sinergi Membangun Bangsa untuk mensosialisasikan capaian kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo di Bangsal Sewokoprodjo di Wonosari, Gunung Kidul, Sabtu (12/8/2017).

“Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo dengan hadirnya bandara di Miangas ekonomi di Miangas setelah ada bandara ini lalu ada penerbangan ada perubahan dari yang tadinya masih di bawah sekarang naik sedikit,” ujar Arunda’a ditemani Petrus Mambu seorang nelayan tradisional asal Miangas.

Dengan hadirnya bandara di Pulau Miangas, diceritakannya, telah terjadi perubahan dinamika yang sangat menonjol di kehidupan masyarakat Pulau Miangas. Sebelum ada Bandara Miangas masyarakat setempat hanya mengandalkan transportasi laut yaitu kapal perintis. Namun kapal perintis tidak bisa melayani angkutan ke dan dari Miangas ketika cuaca buruk dan gelombang  tinggi, sehingga tidak dapat diandalkan masyarakat.

“Pernah suatu waktu kapal sudah terlihat akan berlabuh di Miangas akan tetapi karena cuaca, kapal perlu waktu hingga empat hari untuk bersandar,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya dengan hadirnya Bandara Miangas, masyarakat berbelanja kebutuhan pokok di Bitung atau Tahuna dengan pesawat terbang. Dengan begitu waktu yang mereka perlukan lebih singkat.

“Mereka saat ini memilih menggunakan transportasi pesawat terbang karena setelah diperhatikan biaya yang dipakai untuk kapal perintis yang punya risiko gelombang laut yang sewaktu-waktu berubah, mereka lebih memiliki pesawat terbang,” ujar Arunda’a.

Hingga saat ini maskapai Wings Air melayani penerbangan ke Miangas satu kali dalam seminggu. Diharapkan kata dia, frekuensinya bisa segera ditambah.

Bamun begitu, diakui Arunda’a, harga kebutuhan pokok di Miangas masih cukup tinggi kendati terjangkau masyarakat, karena pesawat yang ada saat ini hanya diprioritaskan untuk mengangkut penumpang bukan barang. (omy)