Angkasa Pura 2

BIJB Peroleh RDPT Ekuitas Rp1 Triliun

BandaraMinggu, 13 Agustus 2017
IMG-20170813-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) turut menjadi saksi momentum bersejarah bagi dunia pasar modal indonesia yang tepat berusia 40 tahun,
karena kemarin (12/8/2017) OJK telah merilis produk pembiayaan infrastruktur senilai total Rp12 triliun, bagi total tiga emiten, salah satunya untuk membiayai pembangunan BIJB.

Bagi PT BIJB, menurut Sekretaris Perusahaan Wasfan, instrumen yang gunakan adalah Reksadana Dana Penyertaan Terbatas RDPT pada equitas senilai Rp 1 triliun dan akan digunakan untuk mendanai pembangunan sisi darat BIJB yang saat ini tengah dikebut dan ditargetkan pembangunan akan selesai pada Desember 2017.

“Sebuah keistimewaan bagi PT BIJB sebagai BUMD yang mendapat tugas untuk melakukan pembangunan sisi darat, telah mendapatkan atensi yang luar biasa dari OJK dengan telah disetujuinya penawaran efektif RDPT kepada para investor,” jelas Wasfan di Jakarta.

Dalam penerbitan RDPT ini, kata Wasfan, BIJB bekerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebagai financial advisor dan PT Danareksa Investment Management (PT DIM) sebagai investment manager yang menginisiasi potensi RDPT ekuitas sebagai salah satu instrumen pasar modal yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Dengan telah dirilisnya produk RDPT ekuitas ini, maka pembiayaan BIJB menjadi lebih variatif,” tutur Wasfan.

Pendanaan pada equitas, terdiri dari setoran modal pemegang saham eksisting yaitu Pemprov Jawa barat dan PT Jasa Sarana dan RDPT yang kemudian dilengkapi dengan sindikasi perbankan syariah.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mencari alternatif pendanaan proyek infrastruktur diharapkan target BIJB beroperasi pada Q1 2018 dapat terealisasi. (omy)