Angkasa Pura 2

DPR: Tol Laut Belum Efektif

DermagaMinggu, 13 Agustus 2017
Tol-Laut

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo menilai implementasi tol laut belum berjalan efektif. Program yang digagas Presiden Joko Widodo itu lebih optimal bila diserahkan pada pelayaran swasta.

“Pelayaran swasta sudah lebih dulu melayari daerah-daerah di seluruh Indonesia dengan 14.000 kapal, sedangkan kapal tol laut baru 6 kapal. Artinya, tanpa tol laut pun, distribusi barang sudah jalan,” ungkap Bambang dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu 12 Agustus 2017.

Dia mencontohkan, Papua yang menjadi daerah tujuan tol laut, sebelum program ini dijalankan harga beras di Bumi Cenderawasih itu Rp13.000 per kilogram (kg). Setelah adanya tol laut, akunya, harga beras malah justru lebih mahal.

Menurut Bambang, tol laut tidak dimanfaatkan maksimal oleh pihak yang bertanggung jawab melakukan stabilisasi harga. Pedagang pun hanya menyesuaikan harga sesuai mekanisme pasar.

“Transportasi laut yang dikatakan sebagai penyebab disparitas harga, itu keliru. Transportasi laut hanya berkontribusi 5 persen terhadap harga barang, sisanya yang paling banyak biaya distribusi ke pedalaman. Selama ini distribusi ke pedalaman menggunakan pesawat-pesawat perintis, ini yang membuat mahal,” ketusnyam

Untuk menekan disparitas harga di pedalaman, bukan hanya tol laut. Paling efektif, kata dia, pemerintah membangun infrastruktur jalan hingga pedalaman. Ini mengingat 60 persen hingga 70 persen dari 530 ribu km jalan darat, kondisinya rusak dan sulit dilalui kendaraan.

“Pemerintah tak perlu membuang-buang anggaran dengan tol laut, berikan saja kepada swasta yang selama ini sudah menjalaninya,” tegas Bambang.

Senada, Ketua Komisi Tetap Sarana dan Prasarana Perhubungan Kadin Indonesia, Asmary Herry menuturkan bahwa harga barang bukan ditentukan ongkos pengapalan. Angkutan laut hanya salah satu penentu harga.

“Tol laut yang subsidi pemerintah dengan sistem sekarang ini biayanya sangat besar, bisa dihemat dengan sinergi swasta. Soal mekanisme penetapan, swasta sudah lebih dulu melayari rute tersebut,” tutupnya. (moy).

Sumber: metrotvnews.com.