Angkasa Pura 2

Kolam & Alur Pelabuhan Khusus Pupuk Kalimantan Timur Akan Dikeruk

DermagaMinggu, 13 Agustus 2017
2017-08-13 08.47.49

BONTANG (BeritaTrans.com) – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggelar sosialisasi rencana pengerukan kolam labuh dan alur dermaga pepabuhan khusus, Kamis dan Jumat (11/8/2017) di lokasi berbeda.

Hari pertama, Kamis (10/8/2017) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Lok Tuan dan esoknya, Jumat (11/8/2017) dilaksanakan di Balai sekaya maritim tanjung limau, Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang.

Sosialisasi ini dihadiri pula perwakilan dari Dinas Perhubungan Kota Bontang, DKP3, Dinas Lingkungan Hidup, Polres, TNI AL serta perwakilan komunitas atau organisasi nelayan keramba, belat dan rumput laut pesisir Kota Bontang.

Project Manager Infrastruktur Pupuk Kaltim, Teguh Ariyanto menjelaskan, proyek pengerukan ini berguna untuk meningkatkan kapasitas kapal yang akan bersandar di pelabuhan.

“Kalau pelabuhannya lebih besar, nanti kapalnya yang masuk pun juga lebih besar. Sehingga muatannya pun semakin banyak dan ongkos distribusi pun semakin berkurang. Ini harapan kami,” imbuhnya seperti dikutip klikbontang.com.

IZIN PENGERUKAN

Izin lingkungan (Keputusan Gub. Kaltim no. 660/K270/2013) yang sudah melalui proses pembuatan AMDAL dan ANDAL
Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) berdasarkan keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor BX-366-PP 207 yang berlaku mulai tanggal 29 Juli 2015 s/d 29 Juli 2018.

Ia mengaku bahwa efektif pekerjaan ini telah dimulai sejak 5 Juni lalu. Namun, lanjutnya, hanya persiapannya saja. Sementara pelaksanaannya, sekitar November tahun ini akan berlangsung.

Teguh memaparkan bahwa aktivitas proyek Pupuk Kaltim ini hanya sebatas pengerukan kolam labuh dan alur dermaga PKT yang akan dilakukan kapal keruk. Hasil kerukan nanti akan diangkat ke daratan kemudian diletakkan di tempat yang sudah ditentukan.

“Kita juga akan buat posko pengaduan. Selain itu, monitoring berkala bersama Dishub, Dinas LH, DKP3 beserta komponen lainnya saat proses pengerukan pun juga akan kami lakukan,” jelasnya.

Pelaksanaan proyek ini, kata Teguh, melibatkan PT Cahaya Mentari Cemerlang serta PT Tiga Usaha Berkah sebagai kontraktor. Sejatinya, kegiatan ini memang tidak boleh merugikan masyarakat di sekitar. Untuk itu, pihaknya lakukan kajian maupun sosialisasi sebagai upaya dan langkah strategis agar lingkungan di sekitar pengerukan dapat terpelihara dan keadaan terjaga dengan kondusif.

Teguh sangat berharap dukungan serta peran berbagai komponen yang terlibat dalam pekerjaan ini. “Mohon dukungannya serta mohon bantuan pengawasan dari dinas terkait,” harapnya.

Senada dengan Kepala Proyek Pengerukan dari PT Cahaya Mentari Cemerlang, Hendarman mengaku sebelum melakukan pengerukan, pihaknya memang harus membuat tanggul guna mencegah cemaran.

“Ini supaya material yang sudah dikeruk tidak mencemari lingkungan di sekitar. Pekerjaan pengerukan akan dilakukan setelah pekerjaan tanggul selesai dilakukan. Saat proses pengerukan, akan dibuat kolam ikan sebagai keramba indikatornya,” paparnya.

Hendarman menjelaskan lokasi area dumping terletak di sebagian lahan industri utara Pupuk Kaltim seluas lebih kurang 50 hektare. Dengan kemampuan daya tampung sekitar 2 juta meter kubik solid material. Area pengerukan terletak di sekitar pelabuhan existing dermaga Pupuk Kaltim. Berdasarkan data bathymetri dan target kedalaman 13,5 meter volume pengerukan diperkirakan lebih kurang mencapai 770.000 meter kubik solid material.

Ia memaparkan bahwa lingkup pekerjaan ini terbagi atas pembuatan tanggul atau silt protection (agar material hasil keruk tidak mencemari badan air) dan pengerukan menggunakan alat Cutter Suction Dredger (CSD) berkapasitas 24 inci.

“Usaha pengendalian dampak lingkungan akan dipantau dengan melakukan inspeksi secara berkala pada silt protection agar senantiasa berfungsi secara efektif. Hal lain adalah melakukan monitoring terhadap kualitas air selama proses pengerukan berlangsung,” paparnya.

4 DERMAGA
Selama ini PT Pupuk Kalimantan Timur mengoperasikan pelabuhan khusus di Bontang, dengan empat dermaga yang dapat melayani kapal-kapal berukuran sampai dengan 40.000 DWT.

Dermaga I (Construction Jetty) untuk kapal sampai 6.000 DWT.

Dermaga II (Production Jetty) untuk Kapal sampai 40.000 DWT.

Dermaga III (Tursina Jetty) untuk kapal sampai 20.000 DWT.

Dermaga Quadrant Arm Loader untuk kapal sampai 40.000 DWT.
(lia).