Angkasa Pura 2

Ibrahim Hasyim: Waroeng Kopi Denyut Kehidupan Ekonomi dan Sosial Masyarakat Aceh

Destinasi Ekonomi & Bisnis Figur SDMSenin, 14 Agustus 2017
IMG-20170814-WA0081

IMG-20170814-WA0074

JAKARTA (Beritatrans.com) – Kehidupan di Waroeng Kopi dari pagi hingga tengah malam diseluruh Aceh, adalah denyut kehidupan ekonomi, sosial politik di Aceh. Kopi Aceh merupakan salah satu pesona Aceh di mata wisatawan.

Demikian disampaikan putra Aceh dan mantan Deputy Direktur PT Pertamina Perkapalan Dr. Ibrahim Hasyim menjawab Beritatrans.com di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Mantan komisioner BPH Migas periode 2007-2017 itu menjadi penikmat kopi Aceh yang dikenal nikmat itu. Saat pulang ke kampung halaman, tak pernah sekalipun melewatkan untuk menum kopi Aceh.

Ibrahim menyebutkan, Waroeng Kope di Aceh  menjadi tempat berkumpul kaum laki dan perempuan dengan segala macam latar belakang. Mereka juga  membicarakan segala macam hal yang menyangkut kehidupan.

IMG-20170814-WA0073

Tidak bisa dibayangkan, apa jadinya kehidupan masyarakat Aceh tanpa adanya ” waroeng koepi “. Daerah Serambi Makkah itu  bisa saja langsung sepi karena tanpa kehadiran waroeng kopi tersebut.

“Mereka (Waroeng Kopi) menjadi pesona Aceh di mata wisatawan baik lokal atau asing. Mereka datang ke Aceh salah satunya ingin menikmati kopi yang sangat terkenal itu,” jelas Hasyim.

Nama warungnya sangat beragam dan dalam jarak 100 meter,   orang akan menemukan sekian nama di jalan utama di Langsa. Waroeng Kopi Aceh sudah siap menunggu konsumennya.

“Bentuk ragamnya pun macam-macam, ada yang mengusung cara tradisional, ada juga dengan layanan modern seperti tempat minum di Amerika, Eropa,” kilah Ibrahim yang juga Ketua Pensiunan Pegawai  Pertamina tersebut.

Melalui akun facebook miliknya, Ibrahim memposting foto utama yang dipajang ini. Itu adalah salah satu cafe di Lhokseumawe. Di Banda Aceh dan tempat lain di seluruh Aceh, juga ada meski bentuk dan namanya juga macam-macam.

Saya belum pernah melihat suasana seperti itu di 57 negara yang sudah saya kunjungi. Karena itu, papar Ibrahim, jika ingin mengalaminya sendiri, silahkan datang ke kota mana saja di Aceh,” jelas Ibrahim.

“Nikmati segala macam kopi dan suasananya yang khas,  dari pagi, hingga tengah malam dengan sangat aman. Silahkan mencoba,” tegas Ibrahim.(helmi)