Angkasa Pura 2

Gubernur Pastika: Bandara Bali Utara Terganjal Di Kementerian Perhubungan

BandaraSelasa, 15 Agustus 2017
buleleng-big

bandara-buleleng

DENPASAR (BeritaTrans.com) – Bali terkenal sebagai destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara dan dalam negeri. Perekonomian masyarakat Bali naik seiring meningkatnya industri pariwisata di Bali.

Namun sangat disayangkan gurihnya ‘kue’ di industri pariwisata ini lebih banyak dinikmati masyarakat atau pelaku usaha pariwisata di wilayah Bali Selatan. Padahal Bali Utara juga memiliki destinasi wisata yang tak kalah bagusnya dengan destinasi wisata di Bali Selatan.

Salah satu faktor pemicu timpangnya pertumbuhan pariwisata di Bali Utara dengan di Bali Selatan karena di Bali hanya ada satu bandara internasional yaitu Bandara Internasional Ngurah Rai, di Kabupaten Badung, Bali. Bandara ini berada di wilayah Bali Selatan. Inilah mengapa masyarakat Bali Utara menginginkan adanya bandara Internasional di Bali Utara.

Harapan warga Bali untuk memiliki bandara udara di Bali Utara tidak lama lagi terwujud. Pembangunan bandara itu sudah mendapat lampu hijau setelah diterbitkannya rekomendasi dari Gubernur Bali terkait pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang berlokasi di Buleleng. Rekomendasi bernomor 503/357/TARU-DPUPR tertanggal 24 Januari 2017. Hal tersebut juga terungkap saat rapat terbatas antara Presiden dan Gubernur Bali.

Jokowi mengatakan, Bali saat ini masih konsentrasi dengan Pariwisata. Dengan demikian permasalahan infrastruktur masih berkatina dengan pelayanan pariwisata. ”Bali tentu saja masih konsentrasinya masih pariwisata. Hanya memang ada masalah misalnya bandara yang kapasitasnya perlu ditambah,” ungkapnya.

Jokowi menyerahkan kepada Gubernur Bali untuk menentukan pilihan mengenai pembangunan bandara tersebut. Jika sudah ada kepastian pilihan, Jokowi menyatakan akan dilanjutkan dengan pembangunan. ”Nanti kalau Gubernur sudah menentukan pilihan yang ini, baru dilaksanakan. Intinya untuk pelayanan kepada para turis,” ujarnya.

Gubenur Bali menegaskan bahwa sudah ada investor yang siap membangun bandara di Bali Utara tersebut. Gubernur bahkan menegaskan pemerintah provinsi sudah berkali-kali bertemu pihak Kementerian Perhubungan. ”Izin lokasinya belum keluar. Ini di Kementerian Perhubungan saja yang ganjal. Bolak-balik temui menterinya supaya cepat ditentukan,” kata Pastika seperti dikutip indopos.co.id.

Rekomendasi yang diberikan oleh Gubernur Bali adalah persetujuan untuk rencana lokasi bandara yang nantinya akan dilakukan. Kesesuaian lokasi bandara yang sesuai dengan Pasal 29 Ayat 5 Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang RT/RW Provinsi Bali serta Pergub Bali Nomor 6 Tahun 2014 tentang Sistem Transportasi Nasional pada Tataran Transportasi Wilayah Provinsi Bali.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan, proyek bandara ini tidak boleh menggerus sawah produktif. Juga tidak ada penggeseran keberadaan pura-pura, atau situs situs sejarah di wilayah itu terkait rencana proyek tersebut. Lokasi proyek ini sekitar 19 kilometer arah timur dari Ibu Kota Kabupaten Buleleng di Singaraja.

Gubernur meminta Warga Buleleng menyiapkan destinasi wisata terbaiknya sekaligus mempersiapkan diri dari sekarang agar bisa bersaing dalam dunia pariwisata, sehingga wisatawan akan tertarik untuk datang ke Bali utara. Selama ini wisatawan hanya tertarik untuk datang di Bali Selatan. (ahm).

Sumber: indopos.co.id