Angkasa Pura 2

Taruna Terbaik STIP Segera Bergabung di Pelayaran MOL Jepang

Figur SDMSelasa, 15 Agustus 2017
IMG-20170815-WA0037

JAKARTA (Beritatrans.com) – Sedikitnya sembilan taruna STIP Jakarta akan segera baik kapal Mitsui O.S.K Lines (MOL) dan bekerja di perusahaan pelayaran asal Jepang tersebut. Mereka adalah mantan cadet terbaik yang ikut praktik laut (prala) di kapal-kapal MOL serta anak perusahaannya setahun silam.

“Kita tinggal menunggu ujian akhir dan wisuda dari STIP. Setelah itu, kita naik kapal MOL, dan langsung ditawari beasiswa dan teken kontrak kerjja begitu turun prala tahun silam,” kata Sukma Ardiansyah, salah satu mantan cadet MOL dalam perbincangan dengan Beritatrans.com di Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Dikatakan Sukma, dulu dia bersama teman seangkatan terpilih lolos seleksi calon cadet di MOL dan sudah selesai berlayar setahun lalu. “Kita naik kapal masing-masing dua orang atau sepasang, dari cadet Nautika dan Teknika. Selama cadet berlayar sudah langsung dipantau dan mereka yang kinejrjanya baik ditawari teken kontrak di MOL,” jelas Sukma.

Selanjutnya, kebanyakan cadet di MOL ini mendapatkan beasiswa dari MOL setahun terakhir. “Konsekuensinya, setelah lulus dari STIP kita akan segera naik kapal dan berlayar di kaal MOL,” jelas Sukma.

Untuk angkatan saya, papar Sukma, mereka yang sudah siap-siap naik kapal MOL dan Humol (Humpuss MOL) ada beberapa orang. Mereka berlayar di kapal-kapal MOL naik LNG Tangker dan LPG Tangker yang dioperasikan MOL ke seluruh dunia.

Kapal MOL Jepang

Tantangan di Kapal MOL

Mantan cadet di MOL itu adalah Baltazar Carter (Nautika/N), Andy Mulya Pratama (Teknika/T), Yehezikel (T), Norman Dwi Pamungkas (N), Aprin Sinta Ambarita (N), Frengky Edward Pakpahan (T), Fithra Arfian (T), dan Rachmat Muhammad Indarto (N).

Naik berlayar sebagai perwira kapal di MOL, menurut Sukma, menjadi tantangan yang harus dihadapi setelah lulus kelak. Tentunya harus membuktikan bahwa lulusan STIP adalah sisok pelaut yang jempolan.

Setelah berlayar di kapal MOL tentu mengikuti aturan dan ketentuan di perusahaan tersebut. “Semua sudah diatur hak-hak dan kewajibannya, lama kontrak yang disepakati bersama. Semua sudah ditandatangani saat teken kontrak dulu,” papar Sukma.

Mantan Ketua Panitia OPTK 2017 di STIP itu menambahkan, memang menjadi dambaan setiap taruna pelaut di Indonesia, termasuk STIP Jakarta. “Tapi, tidak mudah untuk lolos menjadi cadet bahkan bekerja sebagai perwira pelaut di MOL,” aku Sukma.

Menguasai Bahasa Inggris

Lolos Seleksi dan Saat seleksi calon cadet dulu, menurut Sukma, kita akan dites berbagai jenis kompetensi teknis sebagai pelaut, selain kemampuan Bahasa Inggris tentunya. Pesertanya banyak dan harus bersaing ketat meski dengan sesama taruna STIP Jakarta.

“Kita harus lolos tes kemampuan Bahasa Inggris untuk lolos menajdi cadet di MOL,” kisah Sukma.

Jika lolos, lanjut dia, sebelum naik kapal masih harus ikut kurusus pemantapan kemampuan Bahasa Inggris di MOL cabang Filiphina. “Setelah itu baru berlayar di kapal-kapal MOL,” terang Sukma.

Pemantauan MOL bukan hanya berhenti disitu. Saat naik kapal dan berlayar di kapal-kapal MOL, kinerja setiap cadet akan dipantau dan dinilai kemamuannya.

“Jika nilai baik dan bisa bekerja dengan profesional sesuai standar MOL, saat turun kapal baru direkrut dan siap teken kontrak kerja dengan MOL,” tandas Sukma.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari