Angkasa Pura 2

KM Dongfu 881 Dipergoki Angkut Besi Dari Kapal Tenggelam Di Perairan Toboali Bangka Selatan

DermagaRabu, 16 Agustus 2017
kkp_20170815_202831

BANGKA (BeritaTrans.com) – Kapal milik Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) Napoleon, memergoki kapal Dongfu 881 milik PT Indonesia Bahtera Bahari, Jumat (11/8/2017), mengambil besi bekas yang berasal dari sisa kapal tenggelam di perairan Toboali, Bangka Selatan.

Koordinator Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan KKP Bangka Kori Apriyanto mengemukakan aktifitas kapal ini, merupakan ilegal karena mengambil besi yang bukan di lokasi izin yang mereka miliki, jarak kapal mengambil besi sekitar empat mil dari pulau dapur atau 10 mil dari pelabuhan Toboali.

Kapal pengawasan KKP RI memergoki aktifitas tersebut berdasarkan laporan dan hasil patroli bahwa di perairan Toboali menjadi tempat pengambilan besi bekas bangkai kapal tenggelam di bawah laut.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan suratnya dan dokumenya tidak ada surat izin, mengambil besi di peariran Toboali, yang berada empat mil dekat pulau dan berjarak 10 mil dari pelabuhan Toboali, mereka berada di situ sejak malamnya, dalam waktu hitungan jam mereka sudah mengambil kurang lebih 3 ton besi bekas dari bangkai kapal zaman Belanda, yang tenggelam di situ,” ungkap Kori Apriyanto kepada wartawan melalui sambungan telpon, Selasa (15/8/2017)

Kori menambahkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh kapal tersebut yakni, mengabil besi di dalam laut pada luar wilayah perizinan kapal tersebut.
00:00.

“Izin mereka ini hanya berada di dua lokasi yakni perairan Desa Sebagin, sama Berikat. Kami juga suruh menghentikan kegiatanya, kemudin kami perintahkan balik ke lokasi semula, kami awasi sampai mereka berangkat,”ujarnya

Setelah mendapati tidak lengkapnya dokumen pengambilan besi di bawah laut, pihak KKP sudah melakukan BAP dan menghentikan sementara aktifitas kapal Dongfu tersebut, sambil menunggu proses dari Syahbandar Pangkalpinang.

Mengenai aktivitas ilegal Dongfu 881 ini, hanya laporan tertulis yang disampaikan PS DKP Bangka ke Kementerian Perhubungan RI Cq UPT KSOP Ditjen Perhubungan Laut di Pangkalpinang.

“Ditjen Hubla kan ada penyidiknya, itu ranahnya, jika memang ada pidananya karena tidak ada izin, silahkan Perhubungan Laut yang menindaklanjutinya” pungkas Kori.

Pengangkatan-Bangkai-Kapal-

Untuk diketahui, kekayaan bawah laut berupa kapal-kapal tenggelam di perairan Kabupaten Bangka Selatan, terus menjadi incaran.

Dikabarkan sebanyak 11 situs kapal tenggelam di laut Bangka Selatan yang bakal diangkat dan dipotong-potong besinya oleh perusahaan yang mengerjakan tenaga asing.

Ketua Nelayan Batu Perahu, Toboali, Joni Zuhri menyatakan para nelayan menolak keras rencana pengangkatan kapal tenggelam di perairan Bangka Selatan tersebut.

Dikatakan pria yang biasa disapa Jon ini, pengangkatan kapal tersebut diduga telah mendapatkan izin dari pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI (Ditjen Hubla Kemenhub).

Ia menyesalkan kebijakan itu karena keberadaan kapal tenggelam yang telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun tersebut, telah menjadi terumbu karang yang merupakan tempat ikan bermain dan mencari makan.

“Terumbu karang adalah spot bagi nelayan untuk memancing dan menjaring ikan. Jika terumbu karang yang berasal dari kapal tenggelam ini akan diangkat, tentu kita tolak, alasannya apa, ini sama saja dengan menghancurkan mata pencarian nelayan. Informasi yang kita terima ada kapal tenggelam yang berjarak sekitar 4-5 mil dari Tanjung Labun sudah hilang. Ini tentu menimbulkan kerugian bagi nelayan,” ungkapnya kepada Rakyat Pos, Minggu (2/1/2017) silam.

“Kapal yang tenggelam puluhan tahun itu sudah menjadi terumbu karang dan menjadi spot nelayan khususnya pancing. Kalau terumbu karang diangkat, hancurlah mata pencaharian nelayan. Kita akan pertanyakan dan menyesalkan jika memang benar terjadi pengangkatan kapal tenggelam di Tanjung Labun kawasan Pulau Mempunai ini. Bayangkan jika 11 kapal tenggelam yang telah menjadi terumbu karang ini diangkat semuanya, habis sudah terumbu karang Bangka Selatan yang menjadi spot mata pencarian nelayan kita,” sesal Joni.

MENYEGEL
Sebelumnya kapal Dongfu disegel pihak Bea Cukai Pangkalpinang di perairan Teluk Kelabat antara wilayah Tanjung Ru dan Tanjung Gudang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Humas Bea Cukai Pangkalpinang, Rully Devriantoro mewakili Kepala Kantornya, Sehat Yulianto saat ditemui di kantornya, Selasa (12/1/2016). tidak menepis penyegelan kapal dengan spesialis pengangkat barang atau kapal yang tenggelam di dasar laut tersebut sejak‎ akhir November 2015 lalu.(dien).

Sumber: tribunnews.com dan rakyatpos.com