Angkasa Pura 2

Begini Uraian Dirjen Tonny Tentang Pelabuhan Probolinggo dan Sintete

DermagaMinggu, 20 Agustus 2017
IMG_20170820_132703

PROBOLINGGO (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan A Tonny Budiono menyampaikan laporan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rangkaian Penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Terminal Baru Pelabuhan Probolinggo dan Pelabuhan Sintete Antara Kementerian Perhubungan dengan PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) dan PT Pelabuhan Indomesia (Pelindo) II.

Menurutnya, Pelabuhan Probolinggo di Pesisir Utara Pantai Jawa Timur dengan lokasi yang dikenal dengan nama Tanjung Tembaga. Pelabuhan ini merupakan multipurpose pelabuhan serba guna yang melayani salah satunya curah kering dan kontainer.

“Diharapkan Pelabuhan Probolinggo dapat menjadi alternatif mengurangi kepadatan alur pelayaran barat Surabaya dari Pelabuhan Tanjung Perak,” ujar Tonny di Probolinggo, Ahad (20/8/2017).

Hinterland Pelabuhan Probolinggo antara lain Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo dengan hasil produksi yang cukup besar.

IMG-20170820-WA0067

Dikatakan Tonny, pola kerja sama akan dilakukan dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Delta Artha Bahari Nusantara yang juga merupakan salah satu BUMD Jawa Timur.

“Pengelolaan Pelabuhan dilakukan dengan skema kerja sama pemanfaatan dan skema konsesi,” ungkap dia.

Pada skema kerja sama pemanfaatan dan konsesi disebutkan Tonny, telah memeroleh persetujuan Kementerian Keuangan dengan besaran tetap kontribusi 0,5 persen dari nilai wajar obyek kerja sama pemanfaatan dengan kenaikan pertahun 4,55 persen.

“Sedangkan untuk pembagian keuntungan 25,16 persen pendapatan kotor,” katanya.

Sedangkan untuk fasilitas dengan kerja sama konsesi, PT DABN mengusulkan 2,75 persen dengan jangka waktu selama 64 tahun.

Pelabuhan Sintete

Sedangkan pada Pelabuhan Sintetete, Kalimantan Barat, merupakan pelabuhan pengumpul dan hadir sejak 1974 dan dikelola PT Pelindo II.

IMG-20170820-WA0063

Selanjutnya, akan dilakukan pengembangan dengan membangun perpanjangan dermaga menjadi 35 meter dan lebar delapan meter dan pengelolaan tetap oleh Pelindo II melalui skema kerja sama pemanfaatan.

“Seperti halnya dengan DABN, terhadap Pelindo II, usulan kerja sama pemanfaatan tersebut juga telah mendapat persetujuan Kementerian Keuangan,” papar Tonny.

Besaran kontribusi tetap sebesar 0,7 persen dari nilai wajib objek kerja sama pemanfaatan dengan kenaikan setiap tahun 4,81 persen. Keuntungan untuk pemerintah 43, 94 untuk pemerintah dan 56,06 persen untuk Pelindo II dari pendapatan bersih.

“Diharapkan dengan adanya kerja sama ini maka akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur dan Kalimantan Barat,” pungkas Tonny. (omy)

loading...