Angkasa Pura 2

Pengusaha Mengeluh Biaya Mahal Kirim Logistik Pakai Kapal Tol Laut

DermagaSelasa, 22 Agustus 2017
TOL LAUT SEBATIK

NUNUKAN (BeritaTrans.com) – Sejumlah pengusaha di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengeluhkan mahalnya tarif tol laut dari Surabaya menuju Sebatik.

Salah satu pengusaha di Sebatik, Sekena mengatakan, untuk membawa barang berupa sepatu sebanyak satu karung dia harus membayar Rp 1 juta.

“Harga barangnya saja tidak sampai sejuta, tapi tarifnya Rp 1 juta,” ujarnya, Selasa (14/8/2017).

Mahalnya tarif kapal tol laut juga dikeluhkan salah satu pengusaha bahan bangunan, Jambi. Ia membawa 5 ton material dari Surabaya dengan tarif tol laut Rp 6.015.000. Padahal sesuai aturan, tarif tol laut hanya Rp 317.000 perton.

“Hitungannya sama kuli dan transportasi habis Rp 3 juta, tapi saat bayar malah kena Rp 6 juta,” ujarnya.

Jambi menambahkan, pembayaran tarif tol laut tersebut juga tidak disertai dengan nota rincian pembayaran. Seperti saat ia membayar ongkos angkut kapal tol laut yang kedua kali.

Saat itu, ia menemukan kejanggalan. Karena kuitansi pembayaran tol laut baru diberikan kepadanya 20 hari kemudian. Untuk membayar 30 ton bahan bangunan dari Surabaya, ia harus membayar Rp 18 juta.

Dalam nota pembayaran, Jambi juga menemukan perbedaan jumlah tagihan yang diterima dari kuitansi asli dengan kuitansi tembusan yang diterimanya.

“Jumlahnya kita tahu tapi nama barang dan timbangannya tidak jelas. Bagaimana kami bayar? Itupun ada perbedaan dengan kuitansi asli yang sempat diberikan,” ucapnya.

Sementara pengurus PT Lintas Samudra Mandiri yang mengurus tarif tol laut di Dermaga Sebatik, Andi mengaku, biaya yang dibebankan kepada pedagang di Sebatik sudah termasuk biaya kontainer, biaya kuli, serta biaya transportasi.

Menurutnya, barang di bawah satu ton akan dikenai biaya ongkos angkut yang sama dengan biaya barang satu ton. Sementara barang yang beratnya lebih dari satu ton akan terkena kelebihan berat muatan.

“Subsidi tetap Rp 317.000 perton. Di luar daripada itu (lebih dari 1 ton) saya juga tuntut. Kurang dari 2 ton, itu dihitung kena 2 ton. Satu karung tetap kita bayar kontainerya,” ujarnya.

DITINJAU DPRD
DPRD Nunukan mendatangi Dermaga Batu Sei Pancang untuk memantau langsung mahalnya biaya ongkos kirim barang melalui kapal tol laut yang dikeluhkan pengusaha.

Saat bertemu anggota dewan, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Dermaga Batu Seipancang Juniansyah mengatakan, belum ada ketentuan tarif biaya bongkar muat. Sebab, aktivitas bongkar muat di dermaga itu belum ramai.

”Kita belum juga menetapkan tarif bongkar muat karena belum ramai. Di sini tarif PKBM itu belum di SK kan,” ujar Juniansyah, Senin (22/8/2017).

Terkait program tol laut, Juniansyah mengaku hanya mengawasi antara pelabuhan (port to port) serta mengawasi debarkasi dan embarkasi kapal tol laut. Sementara biaya kuli dan ongkos angkut barang diserahkan kepada TKBM, pengelola kapal tol laut.

Juniansyah pun mengaku tak memiliki wewenang terhadap TKBM, meski berada di bawah kewenangan UPP Dermaga Batu Sei Pancang Sebatik.

“Belum ada yang mengawasi. Kan dia mewakili pemilik kapal, karena nanti biaya-biaya itu dikumpul nanti baru kami ketemu di kapal,” ucapnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Ketua DPRD Nunukan Dani Iskandar akan memanggil pihak-pihak yang terlibat di kapal tol laut. Ini dilakukan untuk mengatasi keluhan tingginya biaya pengiriman barang melalui kapal tol laut.

Kapal tol laut merupakan program Presiden Jokowi untuk menekan disparitas harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan.

“Kita akan undang perwakilan masing-masing ke DPRD untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai program yang seharusnya bisa menekan disparitas harga di wilayah perbatasan justru ongkosnya lebih mahal,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengusaha di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan mengeluhkan tingginya biaya ongkos angkut. Padahal kapal tol laut itu disubsidi pemerintah.

Salah satu pengusaha di Sebatik, Jambi mengatakan, untuk mengangkut bahan bangunan yang didatangkan dari Surabaya seberat 5 ton dia harus mengeluarkan biaya hingga Rp 6,45 juta. Padahal sesuai aturan pemerintah, tarif tol laut hanya dikenakan Rp 317.000 per ton. (della).

Sumber dan foto: kompas.com