Angkasa Pura 2

Ratusan Jadwal Penerbangan Dibatalkan Akibat Topan Serang Hong Kong

KokpitSelasa, 22 Agustus 2017
2017-08-22 22.28.03

HONG KONG (BeritaTrans.com) – Bandara internasional Hong Kong mengalami kekacauan setelah berbagai penerbangan dibatalkan karena topan Hato menuju kota itu pada Selasa (22/8/2017) tengah malam.

Badan cuaca dan metereologi setempat menyatakan, badai itu akan melintas hanya 100 kilometer dari Hong Kong pada Rabu pagi dan “mungkin menjadi ancaman” bagi wilayah sekitar.

Badai itu bisa menyebabkan angin kencang, gelombang pasang, dan juga banjir karena curah hujan yang deras.

Cathay Pacific mengumumkan nyaris seluruh penerbangannya pada Rabu pukul 6 pagi hingga 5 sore waktu setempat akan dibatalkan.

Hong Kong Airlines juga sudah menunda seluruh penerbangan pada pukul 7 pagi hingga 5 sore, demikian pula dengan berbagai maskapai lainnya sudah mengunggah pembatalan jadwal penerbangan.

Dikutip dari South China Morning Post, 55 penerbangan Hong Kong Airlines terpengaruh sementara Cathay memiliki lebih dari 100 jadwal.

Otoritas bandara Hong Kong menyatakan, para penumpang harus mengonfirmasi penerbangan mereka sebelum pergi ke bandara.

“Dengan topan Hato semakin mendekat, penerbangan di bandara internasional Hong Kong besok akan terpengaruh sepanjang hari.”

Dalam situs resmi, Cathay menyatakan bahwa kecepatan dan arah angin bisa berpengaruh besar pada operasi penerbangan. Hanya saja, Cathay menegaskan seluruh penerbangan Selasa malam akan berlangsung normal.

Perubahan jadwal terbang ini diperkirakan akan membuat kekacauan, karena pada musim libur sangat sukar mendapatkan tiket menuju dan dari Hong Kong — kota yang juga dikenal memiliki salah satu bandara tersibuk di dunia.

Pada Selasa pukul 06.20 waktu setempat, badan cuaca dan metereologi menaikkan tingkat peringatan pada topan menjadi level tiga — yang diambil ketika kecepatan angin mencapai 41 hingga 62 kilometer per jam.

Diperkirakan peringatan akan mencapai level 8, atau level peringatan tertinggi ketiga, pada tengah malam.

Pada periode Juli hingga Oktober, Hong Kong kerap diterpa topan.

Hong Kong mengalami badai terbesar pada 1962 ketika topan Wanda melaju dengan kecepatan 284 kilometer per jam — tertinggi sepanjang sejarah.

Saat itu 130 tewas dan ribuan rumah rusak sehingga lebih dari 72 ribu orang tak punya tempat tinggal.

Sejak saat itu, Hong Kong mulai beradaptasi terhadap topan, termasuk memastikan gedung-gedung pencakar langit bisa tahan terpaan angin kencang, sehingga kini badai besar pun tak mengakibatkan korban jiwa. (via).