Angkasa Pura 2

Begini Hasil Analisis SCI Terkait Program Tol Laut

DermagaRabu, 23 Agustus 2017
IMG-20170817-WA0018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Suply Chain Indonesia (SCI) konsen dan apresiasi dengan adanya Program Tol Laut yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan.

Bahkan demi peningkatan pelayanan, SCI yang dipimpin Setijadi itu melakukan sejumlah analisis yang dapat menjadi masukan dan evaluasi.

“Hasil analisis SCI, terdapat sejumlah kendala implementasi Program Tol Laut,” tutur Setijadi di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Hal itu antara lain kata dia adalah kendala infrastruktur pelabuhan yang masih kurang, jumlah dan kondisi kapal kurang memadai, dan ketidakseimbangan muatan antara wilayah barat dan timur Indonesia.

“Ketidakseimbangan muatan menjadi faktor utama penyebab inefisiensi dan biaya tinggi dalam pelayaran Tol Laut,” ujarnya.

Namun begitu, SCI menanggapi positif langkah Pemerintah cukup tepat dengan memberikan subsidi dalam tahap awal implementasi Tol Laut.

Kapasitas kosong dalam pelayaran balik dari kawasan timur disebutkan Setijadi, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengiriman berbagai komoditas dari wilayah tersebut.

“Misalnya komoditas perikanan di empat Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI), ” ujar dia.

Diantatanya yaitu WPPNRI 714 dengan potensi sebesar 431.069 ton,
WPPNRI 715 sebesar 631.703 ton, WPPNRI sebesar 478.765 ton, WPPNRI 717 sebesar 603.688 ton, dan WPPNRI 718 sebesar 1.992.73 ton.

Di lain sisi, imbuhnya, sebagian besar lokasi industri perikanan (sekitar 43%) justru berada di Pulau Jawa.

Hingga saat ini pemanfaatan kapasitas kosong tol laut dari kawasan timur Indonesia untuk komoditas perikanan hanya baru tiga trayek, yaitu: T2, T8, dan T13.

“Selain dampak berupa penurunan biaya distribusi barang di kawasan timur Indonesia, efisiensi logistik dalam Program Tol Laut diharapkan akan mendorong pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan industri di wilayah tersebut. Dalam jangka menengah dan panjang, hal ini akan mendorong peningkatan volume barang dari kawasan timur Indonesia. Jika hal ini tercapai, maka operasional Tol Laut akan efisien,” pungkas Setijadi. (omy)

loading...