Angkasa Pura 2

Ratusan Buruh Priok Sedikit Lega Tunggakan Upah Rp 1 Miliar Lebih Dibayar Koperasi

DermagaRabu, 23 Agustus 2017
IMG-20170823-WA0001-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ratusan buruh bongkar muat petikemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja Tanjung Priok sedikit merasa lega.

Pasalnya, pembayaran upah kerja buruh yang sempat tertunda sebesar Rp 1,058 miliar, Selasa (22/8/2017) sore dilunasi oleh Koperasi TKBM.

Ketua Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia (SP TKBMI) Ali Sumarto Rabu (23/8/2017) mengaharapkan manajemen Koperasi TKBM segera menyiapkan dana talangan (dana standbay) yang cukup untuk membayar upah buruh sebelum tagihan dari terminal petikemas yang menggunakan buruh cair.

Tanpa dana talangan, kata Ali Sumarto, sulit menjamin upah buruh dapat dibayar tepat waktu. Karena pencairan tagihan Koperasi ke Terminal Petikemas butuh waktu.

“Seperti sekarang ini upah buruh yang tertunda sebelumnya sudah lunas, tapi upah buruh yang kerja shift 1,2 dan 3 Selasa kemarin apa hari ini langsung bisa dibayar kita belum tahu. Mudah mudahan bisa dibayar tepat waktu ,” tutur Ali Sumarto.

Dikonfirmasi apakah benar Ketua Koperasi TKBM H Suparman membuat pernyataan tertulis mulai Senin (28/8/2017 ) upah buruh akan dibayar tepat waktu dan kalau tidak dia akan mundur dari jabatan ? Ali Sumarto mengiyakan.

Buruh mengharapkan pernyataan tersebut serius bukan bersifat politis hanya untuk menenangkan buruh sesaat.

Menurut Ketua SP TKBMI, Ali Sumarto –yang anggotanya paling banyak menangani bongkar muat petikemas– kalau pembayaran upah buruh sering tersendat dikhawatirkan terjadi pemogokan.
(wilam)