Angkasa Pura 2

Ini Komitmen APBMI: Percepat Layanan Bongkar Muat Di Pelabuhan

DermagaKamis, 24 Agustus 2017
FUADI_MI-1020x361-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) berkomitmen mempercepat produktivitas dan layanan bongkar muat kargo mau pun peti kemas guna mendukung program tol Laut yang diusung pemerintah saat ini.

Ketua Umum DPP APBMI, Muhamad Fuadi, Kamis (24/8/2017) mengatakan, percepatan layanan bongkar muat sangat mempengaruhi terciptanya biaya logistik yang efisien.

APBMI sudah berkoordinasi dengan seluruh perusahaan bongkar muat (PBM) anggota asosiasi tersebut dari Sabang sampai Merauke untuk turut menyukseskan program tol laut dari sisi percepatan layanan bongkar muat di pelabuhan.

“Kami juga sangat komitmen dengan upaya pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional, sehingga harga komoditi di dalam negeri bisa lebih terjangkau oleh masyarakat,” tuturnya.

Fuadi juga mengatakan, asosiasinya akan terus bersinergi dengan operator pelabuhan di Indonesia dalam hal ini PT.Pelindo I, II, III dan IV, guna mewujudkan sinergi bisnis yang lebih harmonis antara BUMN dan swasta nasional.

“Dalam berbisnis di Pelabuhan kita gak bisa sendirian, perlu sinergi antar pelaku usaha termasuk dengan BUMN di sektor pelabuhan demi mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan,” paparnya.

Fuadi mengatakan, APBMI juga sudah memiliki pola kerjasama atau kemitraan untuk mewujudkan harmonisasi antara Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dengan operator pelabuhan BUMN dalam hal ini PT.Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Kemitraan itu, dalam berentuk kerjasama antara PBM dengan Pelindo dalam bentuk sharing/port facility.

Dengan begitu Pelindo tidak perlu melaksanakan langsung pekerjaan bongkar muat yang sudah dilaksanakan oleh PBM swasta di pelabuhan.

Pelindo juga bisa mensubkontrakkan pekerjaan bongkar muatnya kepada PBM, dengan catatan saling menguntungkan, tuturnya.

Sedangkan yang menyangkut tarif bongkar muat yang berlaku di tiap pelabuhan diserahkan dan disesuaikan melalui mekanisme kesepakatan bersama antara penyedia dan pengguna jasa berdasarkan business to business.

“Harmonisasi seluruh pelaku usaha dan stakeholders angkutan laut dan kepelabuhanan itu bisa menjadi magnet kuat dalam menyukseskan program tol laut,” ujar Fuadi.(wilam

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari