Angkasa Pura 2

Perusahaan Penyuap Menangkan Proyek Pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Senilai Rp45 Miliar

Dermaga KPKKamis, 24 Agustus 2017
2017-08-24 21.41.53

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kontraktor yang diduga menyuap Dirjen Perhubungan Laut A Tonny Boediono ternyata menjadi pemenang proyek pengerukan alur Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Pengumuman pemenang diposting dalam laman dephub.gp.id pada Senin, 15 Mei 2017, dengan judul “Pengumuman Pemenang Pekerjaan Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Tanjung Emas TA. 2017.”

Di pengumuman yang sudah dibaca 3.960 kali itu tersedia file Pdf untuk diunduh. Setelah BeritaTrans.com dan tabloid mingguan BeritaTrans mengunduh file tersebut, ternyata berisi surat pengumuman dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas. Judul suratnya: Pengumuman Pemenang E-Seleksi Umum Prakualifikasi.

Dalam surat tercantum dua pekerjaan alur pelayaran yakni pengerukan alur pelayaran dengan kapal keruk jenis hoper dengan kedalaman -10,5 LWS, serta mobilisasi dan demobilisasi.

Pekerjaan itu dimenangkan PT Adhiguna Keruktama dengan penawaran terkoreksi Rp44,518 miliar. Alamt perusahaan ini di Rukan Puri Mutiara Blok A No. 16, Griya Utama Sunter Agung, Jakarta Utara.

Nama perusahan ini disebut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat mengumumkan hasil OTT terhadap Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Boediono.

Tonny, kata Basaria, diduga menerima uang sebanyak Rp20,74 miliar dari pejabat PT Adhiduna Keruktama Uang terkait proyek pengerukan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

2017-08-24 21.42.24

Nilai proyek Rp45 miliar tersebut bila dibandingkan dengan uang Rp20,74 miliar, yang disita KPK, maka dapat diasumsikan bahwa uang suap hampir 50 persen dari nilai proyek.

Menjadi pertanyaan besar seberapa jauh kebenaran dari nilai suap mencapai angka 50 persen, lalu sejauh mana kualitas dan kuantitas proyek bila dana yang tersedia hanya 50 persennya. Sulit memang membayangkannya bahkan lebih sulit dari membayangkan uang kontan puluhan miliar rupiah, yang tak mungkin cukup disimpan di satu lemari. (awe).