Angkasa Pura 2

Badan Litbang Perhubungan Gelar FGD Metodologi Survei ATTN untuk Orang

Koridor LitbangRabu, 30 Agustus 2017
FGD_Big_Data

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan menggelar Focuss Group Discussion (FGD) tentang metodologi survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) untuk pergerakan orang yang menggunakan Big Data yang berbasis dari data telepon seluler di Jakarta, Selasa (29/8/2017).

FGD yang mengambil tema “Evaluasi Metodologi Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) untuk Pergerakan Orang” ini menghadirkan 3 pembicara dari kalangan akademisi, pemerintahan, dan praktisi telekomunikasi.

Ke-3 pembicara tersebut adalah Ir. Idwan Santoso, M.Sc., DIC., Ph.D. (Akademisi) yang menyampaikan makalah dengan topik: “Kebutuhan Data Perencanaan Transportasi dalam Mendukung Kelancaran Mobilitas Orang.”

Kemudian Dr. Ir. Ashwin Sasongko Sastrosubroto, M.Sc dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dengan topik: ”Kendala dan Peluang Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengumpulan Data Pergerakan Orang.”

Sedangkan pembicara ketiga adalah Agus Leksi, General Manager, Central Government Service – Divisi Government Service, PT. Telkom Indonesia, dengan topik: ”Implementasi Penggunaan Big Data untuk Mendukung Kebijakan Perencanaan Transportasi”.

Badan Litbang juga mengundang 8 orang pembahas yaitu: Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat; Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; Direktur Jenderal Perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian; Direktur Transportasi Kementerian PPN/Bappenas; Prof. Ade Sjafruddin, M.Sc., Ph.D., Institut Teknologi Bandung; Ir. Alvinsyah, MSc, Universitas Indonesia; dan Drs. Ek. Ranendra D., M.Sc, Praktisi.

Sedangkan peserta yang diundang untuk turut serta dalam kegiatan ini tidak kurang dari 44 orang yang berasal dari berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta, termasuk para pakar dan akademisi. (aliy)