Angkasa Pura 2

Hemat Energi, Indonesia Secara Bertahap Harus Kurangi Penggunaan BBM Untuk Kendaraan Bermotor

Energi Koridor OtomotifRabu, 30 Agustus 2017
Agus_Pambagio2

JAKARTA (Beritatrans.com) – Indonesia perlu banyak belajar dari pengalaman negara-negara maju dalam mengendalikan pencemaran lingkungan, terutama akibat pembakaran BBM kendaraan bermotor.

Secara bertahap, Indonesia harus mempunyai program pasti untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor  berbahan bakar fosil atau bahan bakar minyak (BBM). Ini menjadi bagian gerakan hemat energi serta ramah lingkungan di Tanah Air.

“Setelah sukses mengembangkan sepeda motor listrik, selanjutnya adalah mengganti dengan kendaraan listrik baik kendaraan roda dua atau roda empat,” kata pengamat kebijakan publik Agus Pambagio kepada Beritatrans.com di Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Kesepakatan di negara-negara maju, lajut dia,  tahun 2040  produksi kendaraan dengan mesin berenergi berbasis  fosil harus dihentikan meski masih boleh dijual.

BBM atau bahan bakar fosil, menurut Agus tak bisa diperbaharui dan tidak ramah lingkungan. “Selain stok BBM makin tipis penggunaan BBM terutama untuk kendaraan bermotor akan mengakibatkan pencemaran yang parah,” papar Agus.

Sebagai perbandingan, “Perancis 2040 juga menghentikan produksi mobil berbahan bakar fosil, Norwegia 2025, dan Amerika Serikat (AS) tahun 2030,” sebut  Agus.

Langkah  tersebut perlu ditiru sekaligus mendorong industri otomotif nasional mengarah pada industri ramah lingkungan.

“Perlahan harus bisa mengganti konsumsi BBM ke listrik dan sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan,” tegas Agus Pambagio.(helmi)