Angkasa Pura 2

KNKT Keluarkan 6 Rekomendasi Terkait Kecelakaan Bus Rosalia Indah

KoridorKamis, 31 Agustus 2017
IMG-20170829-WA0004

JAKARTA (beritatrans.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera megeluarkan rekomendasi terkait kasus kecelakaan Bus Rosalia Indah di Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Juni 2017 lalu.

Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa pada saat terjadi kecelakaan, kondisi jalan dan fasilitas seperti marka jalan masih dalam kondisi laik, akan tetapi kondisi topografinya cukup ekstrim sehingga sangat membahayakan bagi pengemudi yang baru melintas ruas jalan tersebut. Selanjutnya.

“Sampai dengan saat ini KNKT menyadari bahwa masih menitikberatkan investigasi pada faktor sarananya saja, sedangkan penyebab kecelakaan adalah multifaktor seperti faktor parasarana jalan dan pagar pengaman jalan,” kata Soerjanto melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Menurutnya, KNKT akan memperluas investigasi dengan mencari faktor penyebab dari manajemen operator bus.

“KNKT juga akan melakukan investigasi terkait kemampuan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan pada saat memasuki tikungan,” katanya.

IMG-20170831-WA0002

Sebagai antisipasi mengurangi angka kecelakaan pada lokasi yang sama, KNKT mengeluarkan 6 rekomendasi.

Pertama, KNKT merekomendasikan perlu segera dilakukan Survey Inspeksi Keselamatan jalan pada ruas jalan Randudongkal – Purbalingga untuk mereview kembali standar keselamatan jalan maupun fasilitas perlengkapannya mengingat daerah dimaksud termaksud ekstrim dan menjadi lokasi rawan kejadian kecelakaan.

Kedua, khusus pada lokasi kejadian perlu segera merekontruksi alinyamen utamanya pada superelevasi masing-masing tikungan seideal mungkin agar kendaraan yang melalui tikungan tidak mengalami gejala bodyroll karena gaya sentrifugal yang terakomodir oleh superelevasi.

Rekomendasi ketiga, perlu segera merevitalisasi pagar pengaman jalan dengan kekuatan pondasi dan ketinggian yang sesuai standar sebagai pencegahan dan penyelamatan bagai kasus dengan sudut tumbukan lebih landai sehingga kendaraan dapat dikembalikan ke jalurnya.

Keempay, KNKT melarang kendaraan sedang, terutama bus/truk dengan lebar 2,5 meter dan panjang 12 meter untuk melewati ruas jalan tersebut, atau dijadikan jalur alternatif, mengingat tidak semua pengemudi memahami medan jalan serta memahami begaimana cara menangani medan tertentu.

Selanjutnya, Delineator beton perlu diganti menggunakan delineator standar berbahan besi atau plastik yang dilengkapi reflektor;

Rekomendasi keenam, perlu ada tambahan garis kejut setiap 100 meter dengan spesifikasi ketebalan 2 sentimeter dan jarak antar garis sebanyak 5 garis pertitiknya pada jalur turun untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi. (aliy)

loading...