Angkasa Pura 2

Ganti Premium Dengan BBM Standard Euro 4

Energi KoridorSenin, 4 September 2017
SPBU_Premium_Habis

JAKARTA (Beritatrans.com) -  Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium menjadi sorotan komisi VII DPR RI. Komisi VII mempermasalahkan hilangnya premium dari beberapa SPBU di beebagai titik di Indonesia.

Premium nyaris tergusur oleh BBM jenis pertalite yang kwalitasnya diatas premium. Premium adalah bensin bertimbal dengan RON 88 yang nyaris sudah tidak dipergunakan lagi di negara lain.

Dunia internasional sudah jelas telah beralih ke BBM berstandar Euro 4 bukan menggunakan BBM standar Euro 2 yang kwalitasnya jauh diatas Premium.

Dan kenyataannya pula,  penggunaan BBM jenis pertalite yang kwalitasnya diatas premium telah tumbuh meningkat diminati masyarakat negeri ini.

Namun anehnya pihak DPR di Senayan, Jakarta  cenderung menanggapi serius  suara yang tak signifikan dari segelintir pihak yang tetap berharap premium selalu tersedia.

Padahal ketidaktersedianya premium di SPBU adalah nyaris karena faktor pasar BBM premium tidak selaris dulu. Dan ini membuat pengusaha SPBU tak berminat membeli premium dari Pertamina.

Premium Tak Disubsidi

Pada dasarnya Premium  bukanlah BBM bersubsidi. Pemerintah menetapkan hanya bbm solar yang disubsidi.
Tetapi walau bukan bbm bersubsidi, harga jual Premium ditetapkan oleh Pemerintah. Aneh bukan?

Keberadaan BBM premium yang tak ramah lingkungan, sangat mungkin juga menjadi BBM yang bisa dioplos oleh pedagang asongan seperti Pertamini dicampur dengan pertamax.

Premium dan pertamax juga bisa dibeli dengan menggunakan jerigen.
Artinya, premium berpotensi menimbulkan masalah tambahan lain bagi masyarakat yang menginginkan BBM dengan kwalitas baik.

Oleh karena itu, Pemerintah dan DPR harus mengambil sikap tegas terkait premium ini. Pihak Komisi VII harusnya memperhitungkan pula dampak lain dari keberadaan premium.

Hapus Premium

Bicara tentang premium, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (RTKM) Faisal Basri pernah memberikan rekomendasi yang meminta kepada pemerintah untuk menghapus RON 88 alias premium.

Dia menegaskan, rekomendasi timnya bukanlah untuk mempertahankan premium, termasuk untuk menaikkan atau menurunkan harga BBM tersebut.

“Merpertahankan premium di pasaran membuat mafia tumbuh subur di Indonesia. Itu yang menjadi biang keladi bagi kekisruhan negara, soalnya beda harga (pembelian crude oil) serta trader (pedagang minyak) dan mafia untungnya dari situ,” tutur Faisal.

Akan Hapus Premium

Pemerintah SBY telah merencanakan bahwa Tahun 2018 mendatang akan menghapus premium  atau RON 88 dari pasaran. Selanjutnya mengganti dengan BBM yang berkualitas baik  atau beremisi Euro 4.

BBM Euro 4 kualitasnya lebih bagus, bersih dan ramah lingkungan. Sementara,     premium kandungan timbalnya tinggi dan akan dihapus serta tak disubsidi melalui APBN.

Sementara, pabrikan kendaraan seperti Astra International pun sudah mengantisipasi penghapusan premium dengan menyediakan kendaraan  dengan bahan bakar berkualitas tinggi seperti Euro 4 tersebut.
 
Toyota Astra Motor (TAM) sendiri pernah mengaku telah siap 100 persen untuk menyediakan kendaraan berstandar emisi Euro 4 di Indonesia.  Selama ini Toyota telah mengekspor kendaraan untuk berbagai negara dengan standar tersebut.

TAM sendiri kemungkinan akan semakin memperbanyak produksi kendaraan berstandar emisi Euro 4 untuk pasar Indonesia. TAM mengaku akan memprioritaskan mobil buatan dalam negeri untuk mengisi celah pasar tersebut.(helmi)