Angkasa Pura 2

Itjen Kemhub Kawal Proyek Strategis Nasional Perhubungan

Bandara Dermaga Emplasemen KokpitSelasa, 5 September 2017
IMG-20170831-WA0008

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, ada banyak proyek strategis nasional, diantaranya di Kementerian Perhubungan.

Di Kemhub terdapat 41 Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor transportasi yang meliputi 23 proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian, 10 proyek di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan 8 proyek di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

“PSN di sektor transportasi tersebut berupa pembangunan infrastruktur mulai dari sarana dan prasarana kereta api, pembangunan pelabuhan dan bandara, ataupun pengembangannya,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemhub Hengki Angkawasan di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Dalam hal ini, menurutnya, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemhub bertugas terus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh program kerja di lingkungan Kemhub termasuk PSN.

“Sekecil apapun uang rakyat, harus dipastikan digunakan untuk rakyat dan tepat sasaran. Semua program harus berjalan sesuai target, transparan dan akuntabel,” ujar Hengki.

Ditambahkan dia, bila sebelumnya, pengawasan terhadap PSN dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan audit kinerja, maka saat ini dilakukan monitoring secara khusus terhadap PSN.

Sebagai langkah awal, telah dijalankan monitoring terhadap 14 PSN yang meliputi tiga proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian, tiga proyek Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan delapan proyek Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

“Kedepannya, seluruh PSN akan dilakukan monitoring dan akan ditunjuk auditor yang menjadi penanggungjawab pengawasannya. Dengan demikian hasil pengawasanya akan lebih andal dalam memberikan masukan dan rekomendasi kepada pihak terkait,” lanjut Hengki.

Untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap PSN, tambah dia, SDM auditor diwajibkan memenuhi standar kompetensi yang disyaratkan meliputi knowledge, skill dan attitude. Selain itu, auditor diwajibkan untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan profesional secara berkelanjutan.

“Selain itu, dalam rangka peningkatan produktifitas dan kualitas pelaksanaan tugas pengawasan, Itjen Kemhub juga secara internal melakukan kegiatan mutasi dan rotasi. Hal ini dilakukan untuk penyegaran dalam pelaksanaan tugas, dan dalam rangka pembinaaan kepegawaian,” tegas Hengki.

Menurut Hengki, mutasi dan rotasi semacam ini perlu dilakukan terus-menerus agar para staf dan auditor menguasai seluruh moda transportasi dan tidak terpaku pada satu moda trasportasi saja. (omy)