Angkasa Pura 2

Jelang Penetapan TSS di Selat Sunda, Ditjen Hubla Gelar FGD

DermagaSelasa, 5 September 2017
IMG_20170905_094759

IMG_20170905_094831

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Terus meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan rencana penetapan Traffic Separation Scheme (TSS).

Menurut Plt Dirjen Perhubungan Laut Bay M Hasani yang diwakili Direktur Kenavigasian I Nyoman Sukayadnya, pihaknya telah menyampaikan kepada IMO bahwa pada tahun 2017 Indonesia akan menetapkan TSS pada Selat Sunda dan Selat Lombok.

“Pemilihan Selat Sunda didasari jumlah kapal yang melintas di Selat tersebut mencapai 70.000 kapal setiap tahunnya, dan saat ini jumlah tersebut dipastikan telah meningkat seiring pertumbuhan perekonomian,” ujar Nyoman pada Fokus Group Discussion (FGD) Penetapan TSA di Selat Sunda di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Selat Sunda merupakan salah satu jalur transportasi laut yang padat yang biasa digunakan pelayaran internasional. Tak hanya itu saja, di sana juga terdapat jalur penyeberangan yang dilalui kapal-kapal penumpang dari Pulau Jawa melalui pelabuhan Merak menuju Pulau Sumatera dari pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya.

“Kepadatan lalu lintas Laut tersebut, tentunya berdampak pada meningkatnya angka kecelakaan di laut, seperti diakibatkan terjadinya tubrukan kapal,” tegas Nyoman.

Kondisi inilah yang menuntut semua pihak terkait untuk sama-sama mencari solusi dan menetapkan langkah-langkah guna meminimalisir terjadinya kecelakaan laut.

“TSS Selat Sunda menjadi suatu kebutuhan untuk menciptakan keselamatan pelayaran di kawasan tersebut,” tutup Nyoman. (omy)