Angkasa Pura 2

YLKI Desak Bareskrim Tindak Tegas Sejumlah Biro Umroh Terlantarkan Jamaah

Aksi PolisiSelasa, 5 September 2017
tulus-abadi-ylkijpg_SKUX1-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Bareskrim Mabes Polri dan Kementrian Agama agar bersikap lebih tegas terhadap biro umroh lain yang tingkat pelanggarannya tak kalah dengan First Travel. 

Ketua YLKI Tulus Abadi kemarin mengatakan beberapa biro umroh dimaksud antara lain, biro umroh KRK, PT AMW , HT , PT UHT dan BT, PT WBT and T-B.

Korban massal calon jemaah KRK mencapai lebih dari 3.056, dan 1.800-an calon jamaah HT masih tidak jelas nasibnya.

Sementara, 33 calon jamaah umroh BT and T (Bandung) kantornya sudah ditutup dan kantor yang berada di Bintaro diduga kuat sudah berganti nama sehingga membuat tidak jelas nasib jamaahnya.

Menurut Tulus, calon jemaah KRK
sebenarnya tidak diam saja. Mereka telah melaporkan secara pidana ke pihak kepolisian.

Calon jamaah umroh berharap surat laporan jamaah umroh KRK ke Bareskrim Mabes Polri No.TBL /96/II/2016/BARESKRIM tertanggal 4 Februari 2016 yang telah mendapatkan SP2HP No.B/709/IX /2016/Dittipidum tertanggal 26 September 2016 dan laporan calon jamaah umroh BT ke Polres Bandung No. LP/2209/X /2014/POLRESTABES, segera ditindaklanjuti.

Calon jemaah, tambah Tulus, berharap langkah pidana akan memudahkan pemenuhan hak keperdataan mereka dan dapat membuat para pelaku jera sekalgus menjadi pelajaran bagi travel lain agar tidak berbuat yang sama.

YLKI mendesak Bareskrim Mabes Polri segera bertindak cepat terhadap biro umroh yang terbukti telah melakukan tindak pidana, tetapi belum dilakukan tindakan pro justitia.

Calon jemaah juga mendesak agar Kemenag membentuk crisis center untuk calon jemaah yang menjadi korban umroh bermasalah.

Menurut Tulus, Selasa (5/9/2017) siang sekitar jam 13.30, sebanyak 50 orang jemaah KRK akan ke Bareskrim Mabes Polri untuk laporan pidana. (wilam)