Angkasa Pura 2

Gaet LAN dan Gunadarma, 217 Calon Pati Polri Disumpah Untuk Hindari Kecurangan

Aksi Polisi SDMRabu, 6 September 2017
Irjen Arief Suistiyono

JAKARTA (Beritatrans.com) – Asisten Sumber Daya Manusia Polri Irjen Arief Sulistyanto mengambil sumpah calon peserta didik untuk menghindari kecurangan saat proses seleksi pendidikan di Lemhannas dan Sespimti Polri sekaligus peraiapan jenjang kariernya menjadi Pati Polri.

Proses pengambilan sumpah ini baru pertama kali dilakukan dalam dalam seleksi calon petinggi Polri ini. Ratusan pamen calon jenderal itu diambil sumpahnya untuk tetap jujur dan objektif selama mengikuti seleksi dan pendidikan

“Sebelumnya, hanya pakta integritas saja, baru kali ini kita lakukan. Kita kan tidak bisa mengawasi 24 jam, kita minta tolong kepada Tuhan, kalau sudah diikat sama Tuhan masih melanggar, ya tanggung jawab dia sama Tuhan,” kata Arief di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Dikutip dari akun @divhumasPolri, tercatat sebanyak 217 perwira menengah Polri yang berpangkat komisaris besar yang mengikuti seleksi pendidikan di Lemhannas dan Sespimti Polri. “Untuk (seleksi) Sespimti 110, Lemhannas 107. Yang diterima Lemhannas 30 orang, kemudian Sespimti 45 orang,” kata dia.

Arief menjelaskan proses seleksi ini menggandeng pihak dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Universitas Gunadarma. Keduanya dilibatkan untuk pembuatan soalassessment leadership dan tes bahasa Inggris.

“Kami mengundang Kepala LAN dan Wakil Rektor Gunadarma karena beliau membantu kami dalam menyiapkan soal-soal bahasa Inggris maupun nanti menjadi narasumber di dalam pelaksanaan assessment,” kata Arief.

Seleksi Akan Objektif

Sementara, Kepala LAN Adi Suryanto mengapresiasi adanya proses pengambilan sumpah dalam proses seleksi ini. Menurutnya, dengan begitu, seleksi akan berjalan objektif, peserta yang nantinya lolos dipastikan benar-benar sesuai kapasitasnya.

“Meskipun harus dua-tiga kali tidak lolos, benar-benar karena kapasitasnya. Jadi, kalau prosesnya objektif, pasti akan puas,” kata Andri.

Sementara itu, perwakilan dari Universitas Gunadarma, Didin Mukodim, memastikan soal yang akan diberikan tidak bocor. Dia meyakini kebocoran soal tidak terjadi karena diawasi secara ketat.

“Kami ingin men-support, ini adalah tes dengan menggunakan teknologi informasi karena kalau tes ini langsung dapat pengumuman kan tidak menunggu lagi, ini dalam rangka pengabdian masyarakat,” kata Didin.(helmi)