Angkasa Pura 2

Tiga Selat di Indonesia Vital dan Strategis

DermagaRabu, 6 September 2017
IMG20170905101417

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Indonesia memiliki perairan yang sangat luas dan tiga selat yakni Selat Sunda, Lombok, dan Selat Flores.

Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut, I Nyoman Sukayadnya mengatakan, ketiga selat tersebut adalah jalur transportasi yang sangat vital dan strategis bagi pelayaran internasional, khususnya bagi negara-negara Asia Timur seperti Cina dan Jepang.

“Bila ada gangguan atau hambatan pada pelayaran di kawasan Selat Malaka maka rute pelayaran alternatif paling dekat yaitu melalui Selat Sunda,” katanya di Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Selat Sunda merupakan salah satu jalur pelayaran yang padat yang biasa digunakan untuk pelayaran internasional. Tak hanya itu saja, di jalur tersebut juga terdapat rute penyeberangan yang dilalui kapal-kapal penumpang dari Pulau Jawa melalui pelabuhan Merak menuju Pulau Sumatera lewat pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya.

“Kepadatan lalu lintas kapal di jalur tersebut, tentunya berdampak pada meningkatnya angka kecelakaan di laut,” tutur Nyoman.

Kondisi inilah yang menuntut semua pihak-pihak terkait untuk segera mencari solusi dan menetapkan langkah-langkah guna meminimalisir terjadinya kecelakaan laut.

Untuk itulah digelar focus group discussion (FGD) yang dilaksanakan 5-6 September 2017 terkait rencana penetapan Traffic Seperation Scheme (TSS) di Selat Sunda.

FGD ini dilakukan untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan mengingat Selat Sunda juga menjadi rute pelayaran bagi kapal-kapal niaga di wilayah Asia Timur selain melalui Selat Lombok dan Selat Flores.

Pada kegiatan FGD Penetapan TSS Selat Sunda ini dihadiri juga oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Arif Havas Oegroseno selaku Keynote speaker.

FGD juga menghadirkan pembicara diantaranya Prof. Gusman dari Unpad, Dr Kresno Buntoro dari Mabes TNI AL, Dr Made Ariana dari ITS, dan Dyan Primana MSc dari Pushidrosal. (omy)