Angkasa Pura 2

Kapushidrosal Wakili TNI AL pada 13th International Seapower Symposium di Seoul

Dermaga HankamKamis, 7 September 2017
Kapushidrosal di Seoul

Angkatan Laut Korea Selatan (The Republic of Korean Navy/ROKN) menggelar kegiatan 13th International Seapower Symposium yang berlangsung pada 5-6 September 2017 bertempat di Hotel Westin, Seoul, Korea Selatan.
Simposium yang telah diadakan untuk yang kali ketigabelas ini membahas isu-isu maritim terkini.

Isu itu meliputi kebijakan pertahanan nasional dan strategi maritim yang terjadi di kawasan Asia-Pasifik. Simposium dengan menghadirkan pembicara para ahli dan pengamat militer dari beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Cina, Korea Selatan dan Singapura.

Pada kegiatan ini TNI Angkatan laut diwakili oleh Kepala Pusat Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro yang jugamenjadi Pembicara, dan menyajikan makalah dengan judul “Defense Diplomacy for Invigorating Harmonious Atmosphere in the Asia Pacific Region: Indonesia’s Perspective”.

Selain Kapushidrosal tampil pembicara lain di antaranya Walter Lohman Director of Asian Studies Centre, Heritage Foundation dari USA dengan makalah “Changes in Asia-Pacific policy stance and East Asia maritime security following Trump administration’s inauguration”, Hideaki Kaneda direktur Okazaki Institute dari Jepang dengan makalah “China’s maritime security policy forecast under Xi Jinping’s 2nd term”, serta Han Yong Sup, Professor Military strategy, Korea National Defense University dengan makalah “North Korea’s nuclear and missile provocation and ROK Navy’s strategic response”

Pada sesi penyajian materi oleh Kapushidrosal dipandu oleh Moderator Lee Cordner, seorang peneliti dari Indo-Pacific Governance Research Centre (Australia), Kapushidrosal memaparkan tentang pentingnya stabilitas keamanan, utamanya dalam bidang maritim.

Diplomasi pertahanan telah digunakan tidak sekedar secara tradisional lagi, tetapi lebih sebagai alat untuk menentukan kebijakan mengenai hubungan dengan negara asing dan keamanan. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk negara-negara ASEAN telah melakukan diplomasi pertahanan tersebut untuk meredakan ketegangan antar negara dengan meningkatkan kerjasama, serta komunikasi, melalui berbagai Perjanjian Kerjasama.

Menurut Kapushidrosal, Indonesia mendukung peran diplomasi pertahanan ini guna memastikan keamanan dan stabilitas kawasan, terutama pada masa damai. Hal ini telah dilaksanakan oleh TNI AL, yaitu sebagai tuan rumah dalam kegiatan Maritime Security Symposium dengan menghadirkan Kepala Staf Angkatan Laut dari Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dan Indian Oceans Naval Symposium (IONS). Dan yang baru-baru ini dilaksanakan adalah menyelenggarakan International Maritime Security Symposium atau IMSS.

Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud peran serta Indonesia dalam upaya mengurangi ketegangan-ketegangan yang dapat timbul antar negara-negara dalam satu kawasan, serta guna mendukung terjaminnya stabilitas dan keamanan regional, sehingga diharapkan dapat terwujud situasi yang damai. (agus w).