Angkasa Pura 2

Yohana Yambise Janji Perjuangkan Hak dan Kesetaraan Perempuan Indonesia

Dermaga SDMKamis, 7 September 2017
IMG-20170907-WA0092

IMG-20170907-WA0094

JAKARTA (Beritatrans.com) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Yohana Susana Yambise berjanji akan memperjuangan hak dan kesetaraan kaum perempuan di bidang politik, sosial, hukum, pendidikan dan pekerjaan.

Demikian  disampikan Yohana saat melepas KM Umsini yang membawa peserta seminar pelaut perempuan di Pelahuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Dari  hasil seminar “Kesetaraan
Dan Keadilan Untuk Perempuan Pekerja di Sektor Transportasi Laut Dalam Rangka Meningkatkan Pemberdayaan Perempuan Pelaut Indonesia di Bidang Ekonomi”,  akan disampaikan ke Presiden Jokowi dan Kementerian terkait.

“Sudah saatnya  kita perlakukan kaum perempuan setara dengan kaum adam. Kita harus  bisa menerima dan memberlakuan pekerja perempuan sebagaimana mestinya,” jelas Yohana.

Kaum perempuan termasuk  di Indonesia sudah sangat mampu dan profesional setara layaknya kaum lelaki. “Panitia Seminar menghadap di ruangan dan meminta izin adalah para pelaut, pilot dan pramugari perempuan yang cantik dan profesional.  Mereka bukan hanya bekerja di perusahaan nasional tapi juga dunia dan terbukti mampu,”   papar Yohana.

Seminar itu sendiri diikuti berbagai kalamgam mulai birokrat, akademisi,  profesional sampai taruna dam cadet yan tengah  prktik laut (prala). Mereka komit untuk berjuang dan meningkatkan kesetaraan perempuan di Indonesia.

Wanita Perkasa dan Profesional

Saat ini  di KM Umsini, tukas Yohana, saya didampingi wanita-wanita perkasa dan profesional. Mereka adalah Capt. Entin Kartini,  nakhoda wanita pertama di PELNI. Kemudian Capt. Lely dan masih banyak pelaut  perempuan lain yang ikut bergabung di acara ini.

Selain itu masin banyak lagi pelaut perempuan profesional. Mereka masih kerja di kapal baik sebagai mualim atau masinis di kapal-kapal international. Bukan hanya itu, ada pula pelaut muda yang sedang off bahkan cadet yang tengah praktik laut.

Seperti diketahui, seminar ini diinisiasi oleh  Indonesian Ladies Seafers (ILS) bekerja sama dengan Kementerian PPPA menggelar seminar dengan tema pemberdayaan pekerja dan pelaut perempuan di Indonesia.

“Saya bertekad membawa kaum perempuan ke Indonesia ke Planet 50: 50 di tahun 2030. Artinya, saat itu komposisi pekerja perempuan di segala bidang sebanding dengan kaum lelaki buka 70: 30 seperti sekarang,” terang Yohana.

Dia menambahkan, Indonesia ditunjuk PPB menjadi pilot projeck kesetaraan perempuan menjadi 50: 50. “Indonesia dipilih PPB bukan tanpa alasan. Selain negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, kaum perempuan Indonesia cukup  mampu  di banding negara lain,” tukas Yohana.

Dengan kerja keras semua pihak dan duiungan dunia internasional mari buktikan Indonesia bisa. “Buktikan perempuan Indonesia mampu dan sejajar dengan kaum adam,” tegas Yohana.(helmi)