Angkasa Pura 2

ALFI: Kinerja Buruk NPCT 1 Tangani Behandle Jangan Dibiarkan Berlarut

DermagaJumat, 8 September 2017
1379880_4k6Fxv8jt4qTNTw517o36zCvRYET2rdvj-IsaZamrUc-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengusulkan kepada KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok agar penanganan behandle (pemeriksaan fisik kontainer impor) di New Periok Container Terminal One (NPCT 1) yang berjalan lamban tidak dibiarkan berlarut larut.

Ketua DPW ALFI DKI Widijanto mengatakan dalam pertemuan DPW ALFI DKI dan KPU Bea Cukai Priok Rabu lalu terungkap kegiatan pemeriksaan kontainer impor jalur merah dan pemeriksaan karantina di NPCT 1 sangat lamban dalam 1 hari hanya sekitar 18 kontainer. Padahal mormalnya sekitar 40 kontainer/hari.

Widijanto mengatakan kalau kondisi ini dibiarkan berlama lama, YOR di NPCT One akan semakin tinggi dan pada akhirnya akan mengganggu kegiatan di Terminal tersebut.

Bincang bincang dengan BeritaTrans. com kemarin, Widijanto mengatakan dalam pertemuan itu KPU Bea dan Cukai berencana akan memindahkan lokasi behandle ke TPS di luar pelabuhan jika NPCT 1 masih belum mampu mengatasi kendala tersebut.

Tapi ALFI mengusulkan kepada Bea Cukai agar lokasi behandle tersebut tidak dipindahkan ke TPS di luar Pelabuhan karena akan menambah beban biaya.

” Biaya Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) siapa yang tanggung? Selain itu lokasi mau pun peralatan TPS untuk menangani behandle dikhawatirkan masih terbatas,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu ALFI mengusulkan kalau NPCT 1 tidak bisa memperbaiki kinerja behandle agar kegiatan pemeriksaan fisik kontainer jalur merah dan karantina dipindahkan saja ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Grah Segara.

“Karena Grara Segara selama ini memang sudah menangani kegiatan behandle sehingga akan lebih siap dengan sistem terintegrasi baik SDM
mau pun sistem IT nya,” tegas Widijanto. (wilam)

foto: ilustrasi

loading...