Angkasa Pura 2

YLKI Minta Formulasi Integrasi Tarif Tol Jagorawi Diaudit

KoridorSabtu, 9 September 2017
1326365-gal--antrean-mobil-di-gerbang-tol-jagorawi--780x390-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) minta agar formulasi tarif tol Jagorawi diaudit dan transparan.

“Jangan sampai integrasi tarif tersebut dijadikan kedok untuk menaikkan tarif secara terselubung,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi, kemarin.

Jika pendapatan PT Jasa Marga pada ruas Jagorawi mengalami kenaikan, berarti ada kenaikan tarif terselubung. Hal ini bisa dikategorikan melanggar regulasi;

Tulus juga menilai formulasi tarif Jagorawi tidak adil. Karena cenderung memberatkan pengguna jalan tol untuk gate yang pendek seperti gate TMII, Cibubur, dan Sentul.

Sebaliknya terlalu ringan/murah untuk pengguna tol gate Bogor karena hanya Rp 6.500, tambahnya.

Menyrut dia, formulasi tarif terjauh yang sangat murah tersebut (Rp. 6.500), merupakan formulasi tarif yang kontra produktif bagi pengguna Commuter Line.

Karena sangat mungkin pengguna KRL akan bermigrasi ke pengguna tol/pengguna mobil karena tarif tolnya lebih murah dari pada tarif KRL. Jika ini terjadi maka Jakarta akan makin macet.

” Bahkan, formulasi tarif tol Jagorawi akan mengancam LRT Cibinong-Jakarta mati suri, karena tidak laku. Akibatnya LRT yang dibangun dengan tujuan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta tidak akan efektif,” tegasnya.
(wilam)