Angkasa Pura 2

Progres Pembangunan KA Bandara Soetta Capai 82 Persen

Bandara EmplasemenMinggu, 10 September 2017
Menhub KABandara1

TANGERANG (Beritatrans.com) – Progres pekerjaan pembangunan Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) telah mencapai 82 persen. Sisa pekerjaan yang 18 persen memiliki tingkat kesulitan karena ada pengurukan untuk elevasi jalur kereta api yang harus dilakukan secara bertahap.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada usi meninjau langsung pekerjaan proyek kereta api bandara Soekarno-Hatta di lokasi pembangunan jalur elevasi kereta api di pintu 11 dekat Stasiun Batu Ceper, Tangerang, kemarin.

Menhub Budi mengatakan jalur yang digunakan untuk proyek pekerjaan kereta bandara hanya satu dan harus dilaksanakan malam hari agar tidak menggangu lalu lintas kereta api.

“Dari yang saya lihat, satu sisi pembebasan tanah sudah selesai. Tapi ada satu pekerjaan yang lumayan rumit yaitu meninggikan jalur kereta api (elevasi) setinggi 7 sampai maksimal 8 meter. Dan itu dilakukan dengan pengurukan,” jelas dia.

Saat ini, lanjutnya, masih kurang 5 km yang harus dielevasi. Tapi ada satu kilometer yang sudah jadi. Saya minta ada suatu percepatan-percepatan baik itu menyelesaikan stasiun maupun jaringan jalan rel.

Ditambahkan Menhub, saat ini masih ada 3-4 kilometer jalur yang harus dielevasi dengan beragam ketinggian. Ketinggian maksimal yakni 8 meter terdapat di jembatan Daan Mogot.

“Kini tidak ada lagi kendala karena semua trase terkoneksi. Ia mengatakan proyek ini sempat tertunda beberapa saat karena ada kendala pembebasan lahan pabrik. Namun saat ini semua sudah selesai dibebaskan,” papar Dirut PT AP II itu menyakinkan.

Pabrik Tinggal Pindah

Dia mengakui, kemarin agak tertunda karena ada pabrik yang memproduksi kaca dengan kontrak tertentu yang baru bisa pindah jika pabrik penggantinya itu sudah selesai. Apalagi dia berada di kawasan berikat yang punya komitmen dengan pihak lain.

“Jadi kesulitannya di pembebasan lahan, namun sudah selesai dan ada 14 pabrik yang sudah dibongkar rata dengan tanah dan sudah bersih,” urai Menhub.

Mengenai progres pekerjaan Menhub mengatakan target dari kontraktor adalah di bulan November. Namun Menhub menginginkan agar proyek ini bisa lebih cepat diselesaikan.

“Target dari kontraktor adalah di bulan November, tapi saya lagi minta agar dibuatkan laporan berapa lama sebenarnya yang dibutuhkan agar pekerjaan proyek ini lebih cepat,” pungkas Menhub.(helmi)