Angkasa Pura 2

Cegah Penyebaran Organisme Berbahaya, BKI Survey Air Balas Kapal

DermagaSenin, 11 September 2017
Surveyor_BKI

JAKARTA (beritatrans.com) – PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) mulai melakukan survey dan sertifikasi untuk manajemen air balas kapal sesuai aturan yang dikeluarkan IMO dalam Ballast Water Management Convention (BWMC) yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia.

Survey ini dilakukan guna menjaga keseimbangan ekosistem laut akibat perpindahan spesies/biota laut akibat pembuangan air balas yang dibawa oleh kapal dari satu tempat ketempat lain yang dapat menyebabkan munculnya biota laut asing yang berbahaya bagi lingkungan. Hal ini dapat juga berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem laut dan berpengaruh buruk pada perkembangan biota laut.

“Sesuai aturan IMO, tepat hari ini Jumat 8 September 2017 efektif diberlakukannya BWM Convention, sehingga BKI, sesuai Perjanjian Kerjasama denganDirektorat Jenderal Perhubungan Laut, atas nama Pemerintah Indonesia mulai melakukan survey dan proses sertifikasi manajemen air balas kapal,” ujar Direktur Utama BKI, Rudiyanto melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Surveyor_BKI_1

Rudiyanto menambahkan, dalam konvensi ini, seluruh kapal yang berlayar di jalur pelayaran internasional harus melakukan pengelolaaan air balas dan sedimen sesuai dengan persyaratan dalam konvensi. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran organisme air yang berbahaya dari satu daerah ke daerahlain, dengan menetapkan standar dan prosedur dalam pengelolahan dan pengendalian air dan sedimen balas kapal.

“Kita berharap shipowner dapat mengimplementasikan semua prosedur dan form catatan terkait manajemen air balas sesuai BWM Plan,” imbuhnya.

Penerapan konvensi BWM di Indonesia sesuai dengan hasil sidang MEPC 71 tanggal 03-07 Juli 2017 yang perlu diperhatikan pemilik kapal yang dikenai aturan konvensi BWM. Untuk kapal-kapal bangunan baru yang peletakan lunasnya dilakukan pada atau setelah September 2017, harus melakukan instalasi Ballast Water Management Treatment System (BWMTS) pada saat serah terimakapal. Sedangkan untuk kapal existing (bangunan jadi), melakukan instalasi BWMTS pada saat pembaharuan (renewal) sertifikasi IOPP. (aliy)