Angkasa Pura 2

Suharto: Tugas dan Tantangan di Sektor Transportasi Darat Makin Berat

Koridor SDMSenin, 11 September 2017
IMG-20170911-WA0053

BEKASI (Beritatrans.com)  – Jumlah kecelakaan lalulintas selama lima tahun  terakhir di Indonesia mencapai 27.710 orang setiap tahun.

Selain itu, tingkat kemacetan lalu lintas di kota-kota  besar di lndonesia semakin parah. Jika tak segera dia atasi dan dicarima  solusinya bisa berbaya.

Demikian disampaikan Ketua STTD Suharto, ATD, M.Sc dalam sambutan  dan pengarahan pada pelantikan Taruna Muda 2017/2018 di Kampus  STTD Bekasi, Senin (11/9/2017).

Menurutnya semua itu menjadi tantangan berat yang harus kalian hadapi dan mencarikan solusinya ke depan.  Tantangan kerja akan semakin berat dan praktis membutuhkan kemampuan dan perjuangan ekstra  berat.

 ”Taruna STTD harus mempunyai  kemampuan dan keahlian di bidang transportasi darat. Kalian harus ikut memikirkan dan menjadi bagian dari pemecahan masalah transportasi  tersebut,”  kata Suharto.

Seluruh taruna STTD  dari berbagai program studi (prodi) di STTD  mempunyai beban dan tanggung jawab di lapangan dengan beban yang sama. “Bagaimana menyelesaikan masalah transportasi itu dengan baik dan cepat,” terang.

Tantangan  Makin Berat

Harus diakui, tugas dan  tantangan sektor transportasi akan semakin berat dan kompleks.  Membutuhkan SDM  dengan kemampuan dan ketrampilan yang mumpuni.

Prodi D ll PKB misalnya, bagaimana kelak mampu berkontribusi dengan baik dan optimal. “Taruna dan alumni PKB bisa menyaring dab memastikan kelaikan sarana dan prasarana kendaraan benar-benar oke  dan dan tidak memicu kecelakaan kendaraan di jalan,” sebut Suharto.

Demikian juga untul Prodi Transdar dan LLAJ. Bagaimana kaliab  bisa mengelola dan mengatur lalu lintas dengan baik dan benar dan terselenggara angkutan umum yang baik pula.

“Bila perlu, harus melakukan rekayasa lalu lintas untuk memecah kebuntuhan sehingga arus lalu lintas tetap lancar dan mendukung arus logistik di Tanah Air,” terang Suharto.

Dalam satu kasus kecelakaan, tambah Suharto memang tidak ada penyebab tunggal. Tapi dengan SDM yang baik di sisi perencana dan operator serta regulator yang baik,  akan lebih baik aplikasinya di lapangan.

“Paling tidak  upaya meningkatkan keselamatan transportasi lebih mudah dilajukan di Indonesia,” tegas Suharto.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari