Angkasa Pura 2

Begini Nasib MT Seawise Giant Kapal Terbesar di Dunia

DermagaSelasa, 12 September 2017
Seawise Giant

HONG KONG (BeritaTrans.com) – Kapal tanker Seawise Giant memiliki panjang dua kali ketimbang Titanic dan dibangun pada 1979 oleh galangan kapal di Kanagawa.

Tokoh terkemuka perkapalan Yunani, dailymail dan tribunnews.com merilis awalnya menolak untuk mengambil mengambil Seawise Giant yang berhasil dibuat.

Kapal itu kemudian dijual kepada pendiri China Hong Kong Orient Overseas Container Line, CY Tung – dengan tujuan pengangkutan minyak di seberang lautan.

Tidak cukup puas dengan ukuran yang sudah sangat besar, Tung memanjangkannya beberapa kaki dan menambahkan beban menjadi lebih dari 100.000 ton.

Pada tahap ini, kemudi saja beratnya 230 ton – setara dengan 46 ekor gajah, baling-baling 50 ton, dan kapal itu sendiri beratnya lebih dari 657.000 ton ketika diisi penuh.

Ini membuat Seawise Giant menjadi kapal terbesar dari jenisnya yang pernah dibuat.

Perbandingan Seawise Giant dengan kapal lain

Kapal ini menghabiskan tahun-tahun berikutnya mengangkut jumlah besar minyak mentah antara Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Namun pada Mei 1988, bencana melanda selama Perang Iran-Irak.

Saat berlabuh di Pulau Larak, kapal yang tengah membawa minyak ini terkenal bom parasut Irak.

Kebakaran hebat terjadi dan menghanguskan seisi kapal.

Kondisi ini membuat Seawise Giant tenggelam.

Kerugian besar membuat pemiliknya bangkrut.

Setelah perang beranggir pada 1989, kapal ini diambil dari dasar laut oleh Norwegian conglomerate Norman International.

Bangkai kapal itu diangkut ke Singapura untuk perbaikan dan pemilik menggantinya dengan nama Happy Giant.

Norweigan mogul Jorgen Jahre kemudian membeli kapal sebesar USD 39 juta setara Rp 400 miliar dan menamainya Jahre Viking, pada Oktober 1991.

Seiring waktu, bagaimanapun, ukuran raksasa nya menjadi lebih tidak efektif.

Kapal ini terlalu besar untuk memasuki perairan dangkal.

Kerugian yang terus terjadi membuat kapal ini dikembali dijual.

Pada 2004, kapal raksasa ini dibeli oleh First Olsen Tankers Norwegia, berganti nama menjadi knock Nevis, diubah menjadi unit penyimpanan stasioner untuk kapal tanker minyak dan ditambatkan di ladang minyak Teluk Persia Qatar Al Shaheen.

Di sana kapal itu terus berada sampai tahun 2010, dan berganti nama (sekali lagi) sebagai Mont untuk perjalanan terakhirnya ke India.

Butuh puluhan ribu buruh untuk menyelesaikan tugas perbaikan.

Setelah melakukan perjalanan terakhirnya, kini kapal Mont berada di di Maritime Museum Hong Kong. (ani).

loading...