Angkasa Pura 2

Hadapi Nasabah Bermasalah, FIFGROUP Gunakan Personal Collection dan Dialogis

Koridor OtomotifSelasa, 12 September 2017
Rezaa2

JAKARTA (Beritatrans.com) -  Head of Corporate Communication FIFGROUP Arif Reza Fahlepi  mengatakan, pihaknya komit untuk memberikan pelayanan terbaik, FIFGROUP lebih memilih menggunakan personal collection.

“Selain itu, FIFGROUP juga lebih mengedepankan dialog setelah surat peringatan ketiga belum juga menyelesaikan tanggungannya,” kata Arif Reza Fahlepi melalui siaran pers di Jakarta, kemarin.

”Personal collection ini adalah pegawai resmi kami. Artinya mereka terdaftar sebagai karyawan, dan memiliki kartu identitas resmi serta selalu dibekali dengan surat tugas,”  jelas  Reza  sapaan akrab dia.

FIFGROUP, lanjut dia, memilih menghindari menggunakan jasa debt collector demi kenyamanan jutaan konsumennya.

Dia menambahkan, perusahaannya memiliki standar baku tentang penanganan kasus kredit bermasalah.  Jasa penagih utang bukan selalu menjadi solusi terbaik menghadapi nasabah  yang sedang bermasalah.

“Jika konsumen menunggak angsuran, langkah pertama yang dilakukan FIFGROUP adalah dengan mengirimkan surat somasi,” jelas Reza lagi.

Kedepabkan Dialog

Jika masih menunggak, kemudian dikirimkan peringatan pertama sampai ketiga. ”Setelah itu, kami juga melakukan dialog, membantu mencari jalan keluar terbaik. Jika menemui jalan buntu, kita akan baik-baik meminta unitnya untuk ditarik sesuai perjanjian yang sudah kita sepakati,” ujar Arif Reza Fahlepi.

Namun, katanya, ketika konsumen melanggar perjanjian, misalnya unit sudah dipindahtangankan secara tidak resmi,  maka FIFGROUP akan menempuh jalur hukum. 

”Oleh undang-undang, kami diperbolehkan dan punya hak untuk itu, dan itu dibenarkan. Namun, sebelum semua ini terjadi, tentunya di awal kami sudah melakukan pendekatan dengan baik-baik dengan konsumen yang bersangkutan. Intinya, kami lebih mengutamakan dialog agar menemukan jalan keluar terbaik daripada kami harus menyelesaikannya di pengadilan,” tandas Reza.(helmi)