Angkasa Pura 2

Pembangunan TOD Stasiun KA Bogor Disambut Baik

Emplasemen KoridorSelasa, 12 September 2017
MenhubTOD Bogor

JAKARTA (Beritatrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik pembangunan TOD (Transit Oriented Development) Stasiun Kereta Api Bogor pada 5 Oktober mendatang. Pembangunan TOD di Kota Bogor itu diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyaraat khususnya pengguna kereta api (KA).

“TOD merupakan solusi untuk mengefisienkan tata kota dengan memusatkan movement (pergerakan) di satu titik,” kata Menhub saat menghadiri acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi TOD kawasan Stasiun Kereta Api Bogor dan Rencana Pembangunan Haltel & Stabling Kelurahan Sukaresmi Kota Bogor di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (11/9/2017) petang.

Dikatakan, ini suatu proyek yang bagus sekali untuk menjadikan Stasiun Bogor sebagai TOD. TOD menyelesaikan banyak hal. Bagaimana kita konsentrasikan movement (pergerakan) masyarakat di satu titik. Bagaimana kita mengefisienkan ruang kota, sehingga TOD adalah satu paduan moda transportasi seperti MRT, BRT dan LRT.

Mantan Dirut AP II itu mengungkapkan bahwa Kemhub masih memiliki sejumlah lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan TOD di beberapa area di Indonesia. Namun, saat ini pihaknya masih menyelesaikan masalah legalitas tanah. “Bagi teman-teman Kemenhub, masalah utamanya adalah legalitas tanah. Ini punya Kemenhub atau KAI. Jadi kami ingin legal opinion,” jelas Menhub.

Menhub juga menjelaskan potensi didirikannya beberapa TOD baru setelah stasiun kota Bogor. “Saya dengan Pak Edi (Dirut PT KAI) waktu itu ada ide menjadikan Bogor menuju double track dan setelah itu elektrifikasi dilakukan,” sebut Menhub.

Artinya, lanjut dia, ada suatu lintasan yang sangat efisien bila kita rencanakan dari awal Jakarta-Bogor-Sukabumi. Dan saya usulkan juga, kan banyak stasiun setelah Bogor, nah itu kita bisa jadikan TOD-TOD baru. “Bahkan, bisa saja TOD itu kita ciptakan tidak di stasiun yang sekarang,” tandas Menhub Budi Karya.(helmi)