Angkasa Pura 2

BPTJ Jadikan Sekitar Stasiun Sudirman Proyek Percontohan Atasi Kemacetan

KoridorRabu, 13 September 2017
IMG_20170913_211312

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) jadikan sekitar Stasiun Sudirman sebagai proyek percontohan atasi kemacetan.

Saat ini setiap harinya, terdapat 47 juta pergerakan dan masuk ke Jakarta mencapai 14 juta orang, sebagian naik kereta rel listrik (KRL) commuter Jabodetabek yang mencapai 1 juta penumpang.

“Habis naik commuter itu mereka cari ojek online atau ojek pangkalan dan ini bikin macet,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Pesatnya perkembangan ojek online menurutnya, akan turut diatur secara bertahap tetapi pasti. Mereka akan melakukan lokalisir terhadap ojek online pada 17 stasiun di Jabodetabek.

“Ada lahan di PD Pasar Jaya yang dapat dimanfaatkan, dekat dengan Stasiun Sudirman,” tuturnya.

Dengan dilokalisir, maka kesemrawutan diharapkan bisa teratasi. Belum lagi gaya pengemudi ojek online yang terkadang tanpa memeriksa lebih detil, saat tiba di lokasi yang disepakati, asal panggil saja nama konsumennya.

Hal itu terjadi juga di sekitar Stasiun Tanabang, dimana para pengemudi ‘ngetem’ di area tak jauh dari halte dan depan Polsek Gambir.

“Kita akan terus perbaiki transportasi di Jabodetabek untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan penggunaan transportasi umum,” ungkap Bambang Pri. (omy)