Angkasa Pura 2

Sertifikasi Tenaga Ahli Andalalin Digelar di Balikpapan

Koridor SDMRabu, 13 September 2017
IMG-20170913-WA0039

IMG_20170913_144319

BALIKPAPAN (BeritaTrans.com) – Hiruk pikuk di kota besar sudah terlihat dampaknya pada pergerakan lalu lintas di suatu Kota. Balikpapan, Kalimantan Timur sebagai kota termaju di Kalimantan juga tidak terlepas pada permasalahan lalu lintas.

Diakui, tumbuhnya suatu kota tidak terlepas pada hadirnya bangunan, permukiman, dan infrastruktur yang kalau tidak diantisipaai maka akan memberikan dampak yang luar biasa, sehingga tentu peran Andalalin sangat penting.

Mengantisipasi kebutuhan tim penilai, Ditjen Perhubungan Darat menggelar kegiatan sertifikasi penilai andalalin. Diikuti peserta dari Dishub, Balai Jalan, keposian, BPTJ, dan BPTD dilaksanakan di hotel Grand Tjokro Balikpapan mulai 13 – 15 september 2017.

“Kami menyambut baik pelaksanaan sertifikasi ini dan berharap dapat melaksanakan tugas dengan baik setelah memeroleh sertifikat kompetensi,” jelas Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Pandu Yuniato, di Balikpapan.

Penyusun andalalin harus memiliki sertfikasi, jadi dalam hal andalalin bukan hanya sekedar persyaratan saja, olehnya tenaga yang memilki kompetensi sangat penting sebagai wujud pertanggungjawaban atas hasil yang telah direkomendasikan terhadap penanganan dampak lalu lintas dari suatu pusat kegiatan seperti bangunan, permukiman atau infrastruktur.

Pelaksanaan Andalalin merupakan amanah UU no 22 Tahun 2009. Untuk itu dalam implementasi Andalalin, sama halnya dengan Amdal dan merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan.

“Saya sering mendengar kalau Andalalin ini tidak penting dan seolah olah andalalin adalah izin dan menghambat, ini adalah pemahaman yang salah. Andalalin ini adalah amanah UU dan disusun oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi, andalalin ini adalah salah satu persyaratan untuk mendapatkan IMB, jadi hakikatnya Andalalin adalah sudah disiapkan sebelum IMB nya lahir, jadi bukan bangunan sudah jadi baru dibuat dokumen Andalalinnya,” papar. Pandu.

Dia menambahkan, yang berkembang di luar adalah mengurus rekomendasi dokumen andalalin biayanya mahal.

“Ini patut diluruskan kalau biaya rekomendasi Andalalin hanya biaya PNBP yang sudah diatur dalam ketentuan PNBP,” tutur Pandu.

Kadishub Kalimantan Timur Salman Lumoindong menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan sertifikasi itu.

“Di sini kami hanya baru memiliki sati orang tim penilai dan minimnya tenaga ahli ini berdampak pada keterlambatan pembuatan Andalalin,” kata Salman. (omy)