Angkasa Pura 2

Trayek T-5 Tol Laut Belum Dimanfaatkan BUMN

DermagaRabu, 13 September 2017
Monev Tahuna

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) trayek pelayaran T-5 Tol Laut yang melayani Tanjung Perak-Tahuna-Lirung-Morotai-Lirung-Tahuna-Tanjung Perak di Pelabuhan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe , Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Filipina, Selasa (12/9/2017).

“Setelah dievaluasi, selama ini mayoritas yang menggunakan ruang muat di T-5 masih pengusaha lokal. Padahal Menteri Perhubungan berharap agar BUMN bisa lebih mengoptimalkan pengiriman barang kebutuhan pokok melaui tol laut,” kata Kepala Sub Direktorat Angkutan Laut Dalam Negeri Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Winsu mengatakan, Monev itu juga sebagai salah satu upaya mewujudkan Rumah Kita di Tahuna. Sehingga dalam kegiatan tersebut Ditjen Hubla menggandeng BUMN yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan Rumah Kita di Tahuna yaitu PT. Pelindo II dalam hal ini PT Multi Terminal Indonesia (MTI) serta BUMN pemasok logistik antara lain PT. Semen Indonesia dan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

“Dalam kunjungan tersebut kami juga melakukan penelitian harga di tingkat distributor sampai dengan pengecer dan menjajaki kerjasama pemanfaatan gudang Pelabuhan Tahuna yg dikelola oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) sebagai gudang Rumah Kita,” kata Wisnu Handoko.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Bay M. Hasani berharap dari kegiatan Monev ini dapat diketahu apa saja yang harus dievaluasi dan diperbaiki agar ke depan khususnya di Tahun Anggaran 2018 pelayanan Tol Laut dan Rumah Kita bisa lebih baik.

“Kami juga akan terus melakukan pemantauan di wilayah lain yang dilalui tol laut agar Pemerintah dapat hadir untuk menjaga pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok dan barang penting yang dibutuhkan masyarakat, mengendalikan disparitas harga serta memacu pengiriman hasil industri lokal di wilayah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan,” ujar Bay. (aliy)