Angkasa Pura 2

Ditjen Hubla Bantu Pemilik Tanker Kartika Segara untuk Klaim

DermagaKamis, 14 September 2017
IMG-20170914-WA0001

2017-09-13-12.37.38

JAKARTA (BeritaTrans) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla) siap memberikan bantuan kepada maskapai pelayaran pemilik kapal tanker MT Kartika Segara untuk klaim ganti rugi akibat tubrukan di perairan Singapura.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Capt. Rudiana Muchlis memgemukakan pemilik kapal sudah berkomunikasi untuk memndapatkan informasi mengenai berbagai hal menyangkut klaim ganti rugi.

“Prinsipnya Ditjen Hubla siap membantu, baik dalam konteks memediasi atau memfasilitasi,” ungkapnya kepada BeritaTrans.com dan aksi.id, Kamis (14/9/2017).

Mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tersebut menuturkan karena lokasi tubrukan di perairan Singapura maka pihak negara itu akan menyelesaikannya, termasuk penyelidikan penyebab kecelakaan.

“Sedangkan klaim asuransinya biasanya ditangani P&I. Kami berharap proses penyelesaiannya bisa cepat. Kami bersyukur seluruh awak kapal yang dinakhodai Capt. Deki Mansyur tersebut selamat dan kapal masih dapat dioperasikan,” tutur mantan Syahbandar Tanjung Perak itu.

5 KRU HILANG
Sebelumnya diberitakan lima awak kapal keruk berbendera Dominika belum ditemukan setelah kapal itu bertubrukan dengan kapal tanker berbendera Indonesia di perairan Singapura hari Rabu (13/9/2017, menurut Otorita Kelautan Singapura, MPA.

Dituturkan Otoritas Pelabuhan dan Maritim Singapura (MPA), seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (13/9/2017), tabrakan antara kapal tanker bernama Kartika Segara dan kapal pengeruk bernama JBB De Rong 19 ini terjadi pada Rabu (13/9) dini hari, sekitar pukul 00.40 waktu setempat.

Kedua kapal bertabrakan di perairan berjarak 1,7 mil laut atau 3,1 kilometer sebelah barat daya Sisters’ Islands, dua pulau kecil yang terletak di selatan daratan utama Singapura. Penyebab tabrakan ini belum diketahui pasti.

“Kapal pengeruk sedang transit di jalur barat, sementara kapal tanker mulai berlayar meninggalkan Singapura menuju jalur timur di Skema Pemisahan Lalu Lintas Laut di Selat Singapura ketika insiden terjadi,” terang MPA. (gus).